BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Baguette Prancis adalah warisan budaya yang “identik dengan berbagi dan hidup berdampingan”

AP

Berita NOS

Mungkin simbol paling terkenal dari budaya Prancis: baguette. Baguette ditambahkan ke Daftar Warisan Budaya Takbenda. UNESCO yang berbasis di Paris mengumumkan hari ini.

“Baguette merayakan cara hidup orang Prancis: ini adalah ritual sehari-hari, unsur makanan, identik dengan berbagi dan keramahtamahan,” kata Direktur Jenderal Audrey Azoulay. “Penting agar praktik ini berlanjut di masa depan.”

Produksi tradisional baguette membutuhkan ketelitian dan kesabaran: bahan-bahannya pertama-tama ditimbang, dicampur, dan diremas dengan cermat. Ini diikuti dengan proses fermentasi dan adonan harus diistirahatkan. Ini membutuhkan waktu 15-20 jam, pada suhu 4-6 derajat.

Baguette Prancis hanya terdiri dari empat bahan: tepung, air, garam, dan ragi. “Setiap pembuat roti kemudian mengubahnya menjadi produk yang unik,” tulis UNESCO. “Orang-orang belajar membuat kue melalui kursus dan mendapatkan pengalaman di toko roti.”

Budaya Korso

Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO telah ada sejak tahun 2003. Daftar tersebut mencakup semuanya: kebiasaan sosial, ritual, dan tradisi. UNESCO mengatakan: “Salah satu cirinya adalah bahwa warisan diwariskan dari generasi ke generasi, dan itu penting untuk identitas bersama.” Dengan daftar tersebut, organisasi tersebut menunjukkan bahwa target tersebut bernilai luar biasa dan universal bagi umat manusia dan kita harus melindunginya.

Antara lain, festival “Perjalanan Keluarga Suci” di Mesir, tarian Talchum Korea dan teknik penanganan teh tradisional di Tiongkok ditambahkan.

Belanda juga masuk dalam daftar. Pada 2017, ditambahkan “kincir angin dan kincir air yang mengoperasikan kincir angin”. Dan sejak tahun lalu, budaya corso juga menyemarakkan menu, dengan pajangan bunga dan buah.