The Washington Post melaporkan Kamis malam (waktu setempat) bahwa pemerintah AS sedang bersiap untuk menjamu Presiden Tiongkok Xi Jinping di San Francisco, California pada bulan November. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan hubungan dua negara yang saling berselisih.
Kedua kepala pemerintahan terakhir kali bertemu di Indonesia pada November 2022 pada pertemuan G20 negara-negara dengan perekonomian terpenting di dunia. Di sana mereka berdua menekankan pentingnya diplomasi pribadi.
Baca Juga | ‘Xi Jinping tidak mempercayai pasukannya sendiri’
Namun hubungan kedua negara telah mendingin sejak saat itu, terutama setelah Amerika menembak jatuh balon mata-mata Tiongkok pada bulan Februari tahun ini. Pemerintah Tiongkok menyebutnya sebagai reaksi berlebihan dari Amerika. Pada bulan-bulan berikutnya, Tiongkok menuduh Amerika Serikat menghambat pembangunan negaranya dengan memasang hambatan perdagangan terhadap teknologi Tiongkok, dan Biden menyebut Xi sebagai seorang diktator. Dalam beberapa bulan terakhir, empat pejabat pemerintah AS telah mengunjungi Tiongkok untuk menghilangkan rasa dingin.
Kelemahan
Pertemuan tersebut dapat diadakan pada bulan November dalam kerangka APEC, Kemitraan Ekonomi Lingkar Pasifik yang beranggotakan 21 negara. Jika G tidak muncul, hal itu bisa dilihat sebagai tanda kelemahan, seperti kegagalan pemimpin Tiongkok menghadiri KTT G20 di New Delhi, India pada bulan September. Washington Post menulis.


Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China