Direktur Keselamatan Boeing Mike Delaney muncul di hadapan hakim federal di negara bagian Texas, AS, Kamis. Dalam petisinya, dia mempertahankan penyelesaian yang sebelumnya dicapai dengan Departemen Kehakiman. Di dalamnya, Boeing mengakui bahwa memang ada kesalahan, sesuatu yang masih dipertanyakan Delaney pada hari Kamis. Namun, pada saat itu, pengakuan tersebut merupakan permintaan pengadilan untuk mencapai penyelesaian.
Itu juga memberi Boeing kekebalan hukum terhadap sakit kaki kerabat. Mereka ingin tindakan Boeing dituntut dan penyelesaiannya dibubarkan, meskipun mereka berhak atas ganti rugi total setengah miliar dolar di bawah penyelesaian itu.
Seorang hakim di Texas memerintahkan Boeing untuk kembali ke pengadilan. Pengadilan ini telah memutuskan pada bulan Oktober bahwa mereka yang meninggal dalam kecelakaan harus secara hukum dianggap sebagai ‘korban kejahatan’. Menurut para ahli, penunjukan itu bisa berarti tuntutan pidana terhadap Boeing. Perusahaan telah kehilangan lebih dari $20 miliar dalam kasus ini.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China