Gunung setinggi 8.849 meter itu terletak di perbatasan antara Tiongkok dan Nepal. Negara terakhir sedang berjuang dengan gelombang kedua pandemi Corona. Sekitar 30 pendaki gunung yang sakit harus dievakuasi dari base camp di sisi gunung Nepal dalam beberapa pekan terakhir.
Otoritas Tiongkok kini telah mengumumkan langkah-langkah ketat untuk mencegah kontak antara pendaki dari kedua negara. Pemandu akan, antara lain, membuat garis pemisah sebelum melanjutkan pendakian. Masih belum jelas seperti apa demarkasi ini nantinya.
Nepal kembali melisensikan sejumlah rekor pendaki untuk mendaki gunung tahun ini. Anda harus membayar sekitar € 9.000 untuk ini. Total biaya ekspedisi beberapa kali lebih tinggi. Sektor pariwisata Nepal kehilangan banyak pendapatan tahun lalu karena epidemi.
Dalam kondisi normal, tenda kemah yang penuh sesak di sisi gunung Nepal seringkali menampung lebih dari seribu orang. Ini termasuk pendaki dan pemandu. Karena krisis Corona, Tiongkok telah melarang orang asing mendaki gunung, meskipun tim yang terdiri dari 21 pendaki Tiongkok telah mendapatkan izin.
Pembaruan makan siang
Update berita terpenting setiap hari saat makan siang.
Alamat email tidak valid. Silahkan isi kembali.
Baca baca Sini Kebijakan Privasi Kami.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark