Seorang karyawan Raisi diduga bersikeras agar Amanpour menutupi rambutnya. Ini bisa saja permintaan dari presiden sendiri.
Amanpour terkadang memakai hijab karena pekerjaannya di Iran. Sekarang dia tidak akan melakukannya karena dia di New York. “Tidak ada hukum atau tradisi tentang jilbab di sini,” tulisnya di Twitter. Timnya mendukung penuh keputusannya untuk membatalkan wawancara.
Amanpour menggambarkan permintaan presiden Iran sebagai “kasus yang tak tertandingi dan tak terduga.” Reporter itu siap mewawancarai bos saya ketika dia mendapat pertanyaan.
Menurut wartawan, asisten presiden menjelaskan bahwa wawancara tidak akan terjadi jika dia menolak. Menurut karyawan itu, itu adalah “masalah rasa hormat”.
Tim presiden percaya bahwa Amanpour tidak ingin mengenakan jilbab karena “situasi di Iran”. Selama berhari-hari, negara itu terbukti Karena meninggalnya Mahsa Amini yang berusia 22 tahun. Wanita Iran itu ditangkap karena diduga mengenakan jilbab secara tidak benar. Dia meninggal ketika dia ditangkap.
Raisi saat ini berada di Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Presiden Iran terpilih tahun lalu. Dia memperkenalkan aturan baru pada bulan Agustus, termasuk penggunaan kamera pengintai untuk melacak dan mendenda wanita yang tidak bercadar.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark