9 jam yang lalu · Waktu membaca adalah 2 menit
Selama lebih dari empat puluh tahun, pastor Jan van Os (83) memimpin paroki di dua desa di Limburg selatan, Schimmert dan Jernhout. Sekarang John berusia 83 tahun dan sudah waktunya untuk pensiun yang memang layak. Dua ayah yang mengikutinya lima puluh tahun lebih muda dan lahir dan besar di pulau Flores Indonesia: Stephen Musanai dan Charles Letta. Dalam film dokumenter dari pembuat film Gabriel Provas ini, Anda menemukan bahwa suksesi John bukannya tanpa perjuangan.
Pendeta Van Oose sangat populer, sehingga tidak mudah untuk menggantikannya. Setelah bertahun-tahun dia merasa sulit untuk mengucapkan selamat tinggal menjadi seorang pendeta dan merawat sesama penduduk desa. Stephen dan Charles, ahli waris dari Indonesia, harus mendapatkan kepercayaan dari desa yang erat. Karena mereka berasal dari Indonesia, mereka masih perlu belajar bahasa Belanda. Dan tidak hanya itu: akankah mereka menguasai dialek Limburg? Tiba-tiba muncul tantangan yang lebih besar lagi, karena corona meledak saat pemindahan…
Gereja Dunia
Tn. Belum pernah terjadi sebelumnya persis dua bapak dari Indonesia mengikuti pendeta. Dari desa-desa gereja yang tak terhitung jumlahnya seperti Schimmert, para Bapa Belanda dikirim ke tempat-tempat yang jauh seperti Indonesia selama bertahun-tahun di abad yang lalu. Peranan kini terbalik: Umat Kristiani dari belahan dunia lain semakin mewarnai kekristenan di Belanda yang semakin berkurang kekristenannya.
tempat lahir
Pembuat film Gabriel Provas, lahir dan besar di Schimmert, kembali ke kampung halamannya untuk film dokumenter ini. Selama dua tahun dia mengikuti karakter utama dan sukarelawan gereja di sekitar mereka. Dia menggambarkan Limburg dengan warna-warni: perbukitan dan ladang bergulir, gereja dan kapel angin, dengan karnaval dan prosesi.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China