Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa pada hari Jumat yang menyerukan umat Islam untuk memboikot Israel dan lembaga pendukungnya.
Otoritas keagamaan tertinggi di negara tersebut menyatakan dukungan apa pun terhadap Israel adalah “haram”, atau dilarang berdasarkan hukum Islam.
Fatwa tersebut merupakan tanda solidaritas bagi warga Palestina yang telah menderita selama berminggu-minggu akibat pemboman dan serangan darat Israel di Jalur Gaza. Menurut para pejabat Palestina, lebih dari 11.000 orang telah terbunuh, sebagian besar warga sipil dan anak-anak.
MUI menyatakan umat Islam tidak boleh membeli atau menggunakan produk yang menguntungkan Israel atau Zionisme. Mereka juga harus menghindari perusahaan yang mempunyai hubungan dengan Israel atau mendukung kolonialisme. “Kami tidak dapat mendukung partai yang berperang dengan Palestina, bahkan dengan menggunakan dana yang mendanai pembunuhan warga Palestina,” kata juru bicara dewan.
Gerakan boikot tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di dunia dengan populasi Muslim terbesar. Merek-merek Barat yang mendukung Israel juga dilarang di negara-negara lain di Timur Tengah.
Indonesia merupakan pendukung setia permasalahan Palestina dan mendukung solusi dua negara. Negara tersebut tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan mengutuk pendudukan Israel.
Fatwa tidak mempunyai kekuatan hukum, namun menjadi pedoman bagi orang-orang yang beriman.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China