BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Fenomena “house flipping” menjadi semakin umum di Spanyol

Fenomena “house flipping” menjadi semakin umum di Spanyol

Beberapa tahun terakhir sangat menguntungkan bagi perdagangan real estate di Spanyol. Menurut statistik pendaftaran real estat, transaksi meningkat pada awal tahun dan lebih banyak rumah terjual. Namun, ada jenis investasi lain yang menarik tidak hanya bagi pengguna nasional, tetapi juga bagi investor asing pada khususnya: “House Flipping” atau “Flipping Inmobiliario” dalam bahasa Spanyol.

Fenomena house flipping adalah praktik di mana investor real estate membeli rumah, merenovasi atau memperbaikinya, dan kemudian dengan cepat menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan. Ini adalah strategi populer di kalangan investor real estat yang mencari keuntungan cepat. Namun, penting untuk dipahami bahwa House Flipping bukannya tanpa risiko dan penting untuk meneliti aspek pasar dan keuangan dari kesepakatan tersebut dengan cermat sebelum memulainya.

House Flipping bukanlah hal baru dan telah ada di Amerika Serikat sejak tahun 1970an. Namun, pada saat itu pasarnya masih relatif kecil dan fokus utamanya adalah menjual rumah murah kepada kelompok berpenghasilan rendah. Pada tahun 1990-an dan 2000-an, House Flipping menjadi semakin populer karena kenaikan harga rumah dan popularitas acara televisi seperti “Flip This House” dan “Property Brothers”. Pasar perumahan berada dalam gelembung pada saat itu dan ada banyak keuntungan mudah yang bisa diperoleh, hingga gelembung tersebut pecah pada tahun 2008 dan banyak investor real estat mengalami kerugian yang signifikan.

Tujuan dari Rumah terbalik