The news is by your side.

Gempuran Tenun Pabrikan Ancam Keberlangsungan Tenun Buleleng

0

Oleh: Riki Z  |

Balicitizen.com, Buleleng – Harga tenun pabrikan yanh dianggap lebih murah meskipun kualitasnya sangat jauh dari sempurna dianggap menjadi ancaman bagi penenun tradisional.

Akibat membanjirnya hasil produk tenun bordir pabrikan di pasaran ini juga mengancam keberlangaungan tenun asli khas Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng.

Melihat fenomena tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Suastini Koster melakukan berbagai upaya agar tenun ikat asli lokal tidak mengalami kepunahan. Salahnya dengan cara mengajak masyarakat agar menggunakan produk tenun asli daerah.

Pihaknya pula turun langsung menjumpai pengerajin tenun ikat lokal agar mereka  terus menjaga serta melestarikan tenun ikat warisan para leluhur tersebut.

“Mari semeton pengerajin tenun, jangan pernah meninggalkan warisan leluhur kita ini. Karena kalau sudah punah tenun ikat kita, maka untuk merekontruksinya akan sengat berat dan membutuhkan waktu yang lama,” terang Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis Diversifikasi dan Peningkatan Kualitas Tenun Ikat di Desa Sembiran, Buleleng pada Senin (24/6).

Kekhawatiran akan kepunahan itu dinilai akibat regenerasi para penenun selama ini masih belum banyak. Di sisi lain, produk tenun bordiran berharga murah membanjiri pasaran yang secara perlahan akan mematikan penghidupan para pengerajin tenun asli.

“Apalagi masyarakat sekarang lebih memilih yang harganya murah, kalau hasil tenun asli harganya sangat mahal seperti songket. Namun produk bordir pabrik diproduksi dengan mesin, sehingga bisa diproduksi secara cepat dan massal. Jika dibiarkan terus, tentu seiring waktu akan membuat tenun warisan leluhur akan punah,” jelasnya.

Merespon permasalahan tersebut, menurut istri Gubernur Wayan Koster ini, Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Melalui Pergub ini, diharapkan masyarakat akan mencintai produk dalam negeri dan menggunakan produk hasil produksi daerahnya sendiri. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.