
“Baconaholic. Penjelajah yang sangat rendah hati. Penginjil bir. Pengacara alkohol. Penggemar TV. Web nerd. Zombie geek. Pencipta. Pembaca umum.”
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Microsoft Luncurkan Surface Pro dan Surface Laptop Baru dengan Snapdragon X2
Penelitian Kesehatan Canggih di Stasiun Luar Angkasa Internasional Manfaatkan Teknologi Realitas Tertambah dan Realitas Virtual
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
vivo V70 Lite Resmi Hadir dengan Chip Dimensity 7400 Turbo dan Pengisian Cepat 90W
Langsung ke sidebar
Film ini sudah masuk dalam daftar keinginan sutradara multi-talenta Indonesia Joko Anwar selama bertahun-tahun: sebuah remake Seitan Punjabisebuah film horor klasik dari negara asalnya pada tahun 1982. Versi Anwar (yang sudah sukses besar di Indonesia) berlatar tahun 1981, dengan gaya rambut dan kostum yang menyertainya, namun secara mengejutkan memberikan sentuhan modern pada kisah klasik rumah hantu.
Ketika ibu Rennie meninggal di usia dua puluhan setelah lama sakit, ayahnya terpaksa pindah ke kota untuk bekerja. Renee dan ketiga adiknya ditinggalkan di rumah neneknya yang gelap dan berderit. Mereka segera bergabung dengan penampakan hantu yang tampak mencurigakan seperti ibu mereka. Rene harus mengungkap apa yang diinginkan roh jahat ini.
Menurut pihak produser, sudah ada cameo di film tersebut. Untuk adegan di mana orang mati bangkit, 24 figuran dipekerjakan. Namun jika dihitung dengan cermat, Anda akan melihat 25 undead di layar.
Lihat rincian lebih lanjut

“Baconaholic. Penjelajah yang sangat rendah hati. Penginjil bir. Pengacara alkohol. Penggemar TV. Web nerd. Zombie geek. Pencipta. Pembaca umum.”
More Stories
Indonesia Perkuat Strategi Wisata Olahraga melalui Seri Lari Geopark 2026–2027
Produser Intan Kieflie Bawa Deretan Film Horor Indonesia ke Pasar Film Cannes
Australian Chamber Orchestra Akuisisi Viola Langka Maggini Tahun 1610