
Indonesia akan merelokasi secara permanen sekitar 10.000 orang yang tinggal di pulau vulkanik Ruang. Pasalnya, setelah gunung berapi yang baru-baru ini sangat aktif menimbulkan banyak kerusakan, ada kekhawatiran akan terjadinya letusan lebih lanjut di masa mendatang.
Topan Ruang kembali melanda Selasa lalu. Gumpalan abu membubung sekitar lima kilometer dari gunung berapi di pesisir Sulawesi itu.
Bea Cukai bersama instansi daerah lainnya turut menebus proses bantuan warga terdambak erupsi Gunung Ruang menggunakan Kapal BC 60002.
BC 60002 Atala Nomor Seri Kabal Patroli Milik
Banglaan Sarana Operasi (PSO) Gua Lebah Bandolon Yang Peroperasi De Wilaya Sulawesi Utara. pic.twitter.com/f6zmtrf6mw— #BeaCukaiMakinBaik (@beacukaiRI) 3 Mei 2024
Sebelumnya pada bulan April, Rwanda juga meletus. Kemudian, 800 orang yang tinggal di bukit tersebut dievakuasi sementara dan ribuan orang di sekitarnya disarankan untuk mengungsi. Karena wabah baru pada hari Selasa, diputuskan untuk menjadikan evakuasi sebagai tindakan permanen.
Pemerintah setempat telah mengumumkan keadaan darurat hingga 14 Mei. Mereka telah memperingatkan bahwa letusan baru dapat menyebabkan tsunami jika sebagian gunung berapi tersebut runtuh.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China