BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Korban tewas di Haiti meningkat menjadi 1941, dan badai menyebabkan ketidaknyamanan tambahan bagi para tunawisma

Korban tewas akibat gempa besar hari Sabtu di Haiti telah meningkat menjadi 1941, kata organisasi pertahanan sipil regional. Pagi ini, pihak berwenang melaporkan bahwa 1.419 orang tewas akibat bencana alam tersebut.

Negara yang terkena dampak paling parah juga harus menghadapi Badai Tropis Grace selama 24 jam terakhir. Upaya penyelamatan terpaksa dihentikan karena hujan deras yang mengiringi badai. Curah hujan menyebabkan banjir di beberapa tempat, yang terutama menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa dan kini tinggal di tenda-tenda. Sore ini, badai bergerak lebih jauh menuju Jamaika.

Menurut Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), setengah juta anak di Haiti saat ini memiliki akses terbatas atau tidak sama sekali ke tempat tinggal, air bersih, perawatan kesehatan, dan makanan.

kerusakan besar

Sejumlah rumah sakit besar mengalami kerusakan parah akibat gempa. Dokter merawat yang terluka dan sakit di tenda-tenda di luar rumah sakit ini. Jumlah korban luka diperkirakan 6900 orang.

Tim penyelamat belum memeriksa semua rumah dan bangunan yang runtuh. Oleh karena itu, jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat lebih banyak lagi.

Warga sebelumnya mengatakan gempa terasa lebih kuat dari magnitudo 7,0 yang diukur oleh ahli geologi:

READ  Turis mundur dari pantai karena kebakaran hutan di kota Italia Pescara