Gunung Marabi meletus pada hari Minggu, memuntahkan awan abu sejauh 3 kilometer. Sekitar 75 pendaki berada di gunung berapi pada saat itu. Banyak dari mereka menderita luka bakar atau cedera lainnya.
Menurut pengamat, gunung berapi setinggi 2.981 meter itu masih sangat aktif. Sekitar dua ratus personel penyelamat terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Mereka akan terus mencari orang hilang setidaknya hingga akhir pekan ini.
Identitas
Jenazah masih harus diturunkan. Korban tewas dibakar hingga mereka dapat diidentifikasi berdasarkan catatan gigi dan sidik jari.
Kepala Badan Vulkanologi Indonesia mengatakan ada empat tingkat peringatan, dengan Marabi berada pada tingkat kedua sejak tahun 2011. Sejak tahun itu, badan tersebut menganjurkan penutupan radius 3 kilometer dari kawah. Otoritas lain bertanggung jawab atas penegakan hukum.
Indonesia terletak di Cincin Api, wilayah dengan aktivitas seismik tinggi yang sering terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi. Dari 130 gunung berapi aktif di Tanah Air, Marabi adalah yang paling aktif.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China