Kantor berita resmi Korea Utara melaporkan bahwa Korea Utara telah meluncurkan “rudal balistik tipe baru.” Rudal itu lepas landas dari kapal selam dan jatuh ke laut. Kantor Berita Pusat Korea berbicara tentang “ujian yang berhasil”.
Peluncuran itu, menurut negara tetangga Korea Selatan, berlangsung di pelabuhan Sinpo di timur Korea Utara, tempat kapal selam ditempatkan. Media Korea Selatan melaporkan bahwa rudal tersebut menempuh jarak 450 kilometer dan mencapai ketinggian sekitar 60 kilometer sebelum menghantam Laut Jepang.
Korea Utara telah mengembangkan rudal balistik bawah air selama beberapa waktu. Negara ini juga melakukan tes dengan senjata tersebut pada tahun 2016 dan 2019. Peluncuran yang sukses dari kapal selam berarti Korea Utara mampu menyerang target di lebih banyak tempat di seluruh dunia.
ancaman yang lebih besar
Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba rudal dalam beberapa pekan terakhir, yang diklaimnya termasuk senjata jarak jauh dan hipersonik. Dengan melakukan itu, negara itu melanggar embargo PBB atas uji coba rudal balistik dan senjata nuklir.
PBB menganggap rudal balistik sebagai ancaman yang lebih besar daripada rudal jelajah karena dapat membawa muatan yang lebih kuat, memiliki jangkauan yang lebih jauh dan dapat terbang lebih cepat daripada rudal jelajah.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark