Setelah banyak negara lain, Jepang dan Australia juga menjatuhkan sanksi kepada Rusia karena situasi di Ukraina timur. Perdana Menteri Jepang Kishida menggambarkan tindakan Rusia di Ukraina timur sebagai pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan Ukraina dan hukum internasional.
Kishida akan, antara lain, melarang penerbitan obligasi Rusia di Jepang dan membekukan aset beberapa orang Rusia. Beberapa orang Rusia juga dilarang bepergian ke Jepang. Jepang akan menyusun rencana dalam beberapa hari mendatang.
Perdana Menteri, Morrison, mengumumkan bahwa Australia juga menjatuhkan sanksi kepada Rusia. Delapan politisi Rusia berpangkat tinggi ditolak masuk dan didenda. Sanksi juga mempengaruhi bank Rusia, perusahaan transportasi dan perusahaan lain yang beroperasi di beberapa bagian Ukraina yang diakui Rusia sebagai wilayah independen.
Menurut Morrison, Rusia siap untuk invasi ke Ukraina yang bisa terjadi dalam waktu 24 jam. “Kami akan menentang Rusia. Kami akan melakukannya dengan mitra kami dan orang-orang yang berpikiran sama yang percaya bahwa itu benar-benar tidak dapat diterima bagi Rusia untuk menyerang negara-negara tetangga dan mengeksploitasi ancaman kekerasan yang mengerikan.”

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark