Perdebatannya adalah tentang apakah orang benar-benar dapat mendengar keheningan. Alternatifnya adalah orang hanya berpikir itu sepi karena tidak ada suara.
Untuk mempelajari ini, para peneliti menggunakan apa yang disebut ilusi pendengaran. Ini adalah suara yang didengar telinga Anda, tetapi otak menafsirkannya secara berbeda. Ilusi optik, tapi untuk telinga.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan ilusi pendengaran yang terkenal. Dalam bentuk normal, bagian suara berisi hening, yang diikuti dengan dua bunyi bip pendek dan bunyi bip agak panjang. Meskipun nada pendek bersama-sama berlangsung persis sama dengan rangsangan yang sedikit lebih lama, otak kita berpikir bahwa yang terakhir berlangsung lebih lama.
Dalam hal ini, para peneliti tidak menekankan pada suaranya, melainkan kekurangannya. Peserta diterima bagian dari suara di mana dia mendengar restoran yang ramai.
Dalam bagian ini mereka mendengar dua hening yang lebih pendek dan satu hening yang sedikit lebih lama. Seperti variasi normal, keheningan yang pendek dan keheningan yang lebih lama memiliki panjang yang sama, tetapi pendengar berpikir bahwa keheningan yang lebih lama akan lebih panjang. Menurut para peneliti, ini menunjukkan bahwa otak kita benar-benar dapat mendengar keheningan, seperti halnya suara.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Robot Seukuran Burung Ini Mampu Berenang, Menyelam, dan Terbang dengan Satu Pasang Sayap
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
Rhino Linux 2026.1 Resmi Dirilis, Hadirkan Edisi Lomiri dengan Dukungan Kernel Linux 7.0