NASA melaporkan awal pekan ini bahwa InSight diyakini turun secara permanen. Begitu banyak debu yang terkumpul di panel surya pendarat sehingga perangkat tidak dapat lagi menghasilkan daya.
Badan antariksa tersebut telah melakukan dua kali upaya yang gagal untuk menghubungi pendarat Mars dalam beberapa hari terakhir. NASA menyimpulkan bahwa baterai pesawat ruang angkasa itu sekarang benar-benar mati.
Organisasi ruang angkasa akan terus mendengarkan sinyal untuk saat ini, tetapi tidak berharap menerima apa pun. Pesawat ruang angkasa mengirim gambar terakhirnya kembali ke Bumi pada 11 Desember. Sejak 15 Desember, tidak mungkin untuk menghubungi InSight.
Badan antariksa telah menyelesaikan misi dengan wahana Mars. Pesawat ruang angkasa itu masih berada di planet merah.
InSight diluncurkan pada Mei 2018. Pada November tahun itu, pesawat ruang angkasa mendarat di Mars. Secara total, penyelidikan Mars mencatat lebih dari 1.300 getaran di Planet Merah. Begitu pula gempa bumi yang sangat kuat pada tanggal 4 Mei dan menghantam planet ini Kocok selama sepuluh jam. Probe juga mempelajari atmosfer planet dan medan magnet.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Robot Seukuran Burung Ini Mampu Berenang, Menyelam, dan Terbang dengan Satu Pasang Sayap
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
Rhino Linux 2026.1 Resmi Dirilis, Hadirkan Edisi Lomiri dengan Dukungan Kernel Linux 7.0