Berita NOS•
Hari ini, oposisi Turki mengadakan pembicaraan puncak menjelang putaran penting pemilihan presiden. Kemal Kilicdaroglu, kandidat dari oposisi kiri-tengah Partai Rakyat Republik (CHP), bernasib jauh lebih buruk dari yang dia harapkan akhir pekan lalu. Itu sebabnya pihak oposisi kini sedang mempertimbangkan strategi baru.
Kilicdaroglu, 74, bertemu dengan lima pemimpin partai oposisi lainnya tentang pendekatan baru untuk mengalahkan Presiden Erdogan. Walikota Istanbul yang terkenal, Ekrem Imamoglu, dilaporkan mendapatkan peran yang jauh lebih besar dalam kampanye tersebut.
Tanggal 28 Mei adalah penentuan
Kilicdaroglu bernasib lebih buruk di babak pertama dari prediksi jajak pendapat. Menurut hasil resmi, ia memperoleh 44,9% suara dan Presiden Erdoğan memperoleh 49,5%. Pemimpin oposisi dikatakan telah memecat tim humasnya sesudahnya.
Akan ada putaran pemilihan yang menentukan pada 28 Mei, karena tidak ada calon yang memperoleh lebih dari setengah suara.
Pemimpin dunia palsu
Hari ini, Kilicdaroglu menyebut Presiden Erdogan sebagai “pemimpin dunia palsu” yang “dipimpin oleh Rusia”.
Erdogan hari ini berterima kasih kepada “sahabatnya” Presiden Vladimir Putin karena telah memperpanjang kesepakatan biji-bijian dengan Ukraina. Kesepakatan itu telah diperpanjang dua bulan hari ini. Menjelang putaran final pemilihan, perpanjangan itu merupakan kemenangan diplomatik bagi Erdogan.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark