The news is by your side.

Pemprov Belajar Sampah ke Surabaya, Ini yang Didapat

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Selama tiga hari terakhir ini, Pemprov Bali menggelar studi banding sial pengelolaan dan pengolahan sampah jadi listrik. Termasuk juga belajar soal pemilahan dan komposing.

Lalu apa yang didapat dari Surabaya yang sudah terapkan program reduce, reuse, dan recycle (3R) sejak lama?

Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Priovinsi Bali Wayan Suarjana mengatakan, dari hasil studi banding tersebut, ada beberapa hal yang harus dipilah. Pertama, di Surabaya ada pengolahan sampah di Benowo. Hasilnya bisa didapatkan ernergi listrik dan kompos. Namun di Benowo itu harus memiliki investasi yang besar, lahan yang luas. Bali kesulitan melakukan itu karena kertebatasn lahan.

Kedua, Surabaya ternyata sudah memiliki 3 pusat daur ulang (PDU) sampah dan 28 rumah kompos. “Jadi pengolahan sampah berbasis masyarakat. Kesadaran masyarakat itulah yang bisa membuat sampah dikelolah dengan baik. Masyarakat sudah pilah mana sampah organik, mana sampah anorganik. Bahkan, Pemkot Surabaya menggandeng dasa wisata hingga tingkat kelurahan,” ujarnya.

Dari hasil studi banding tersebut, yang paling mudah dilakukan di Bali adalah pengolahan berbasis rumah tangga. Sampah harus diselesaikan di tingkat rumah tangga. “Apalagi kita punya awig-awig, kita punya kearifan lokal Tri Hita Karana. Visi Pembangunan Bali juga sama. Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Seharusnya kita melebih Kota Surabaya. Namun hal ini memerlukan komitmen yang kuat dari pemerintah dan juga pemimpin. Kita yakin Gubernur Bali I Wayan Koster memiliki komitmen yang sangat kuat dalam mengolah sampah berbasis rumah tangga,” papar dia di depan awak media. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.