Pendarat bulan Peregrine, yang diluncurkan pada hari Senin, kembali ke Bumi karena kebocoran bahan bakar. Pabrikannya, Astrobotic, memperkirakan akan terbakar di atmosfer. Peregrine dijadwalkan mendarat di bulan pada 23 Februari.
Tim Astrobotik Ditulis pada Sabtu malam Dalam pembaruannya, pendarat bulan Peregrine sedang menuju Bumi menurut pengukuran terbaru. Hal ini disebabkan adanya kebocoran bahan bakar, yang berarti tidak ada cukup bahan bakar untuk membawa pesawat ruang angkasa ke orbit mengelilingi bulan. Kebocoran tersebut dikatakan telah berkurang “secara signifikan” sejauh ini, namun Peregrine dikatakan sudah dalam perjalanan ke Bumi. Perusahaan Amerika menulis bahwa soft landing tidak akan mungkin dilakukan. Astrobotic mengatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan langkah selanjutnya.
Peregrine diluncurkan pada 8 Januari dengan menggunakan roket Vulcan Centaur baru dari United Launch Alliance. Pendarat Peregrine dibangun oleh Astrobotic atas nama NASA. Itu seharusnya menjadi kendaraan komersial pertama yang mendarat di bulan. Hal ini telah dicoba sebelumnya, termasuk oleh perusahaan kedirgantaraan Jepang iSpace, namun tidak pernah berhasil. Tak lama setelah pendarat ditempatkan di orbit, masalah pertama muncul. Diumumkan pada hari Selasa bahwa penyebabnya adalah kebocoran bahan bakar pada sistem propulsi, kemungkinan akibat ledakan. Peregrine awalnya diperkirakan akan bertabrakan dengan Bulan, namun kini tampaknya ia akan kembali ke Bumi.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Robot Seukuran Burung Ini Mampu Berenang, Menyelam, dan Terbang dengan Satu Pasang Sayap
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
Rhino Linux 2026.1 Resmi Dirilis, Hadirkan Edisi Lomiri dengan Dukungan Kernel Linux 7.0