The news is by your side.

Penelitian: Kondisi Mental Majikan Pengaruhi Kesehatan Anjing Peliharaan

0

Oleh: Suandri Asah  |

Balicitizen.com, Jakarta – Baru baru ini sebuah  penelitian yang dipublikasikan Nature’s Scientific Reports menunjukkan bahwa anjing peliharaan dapat menyesuaikan tingkat stres mereka dengan majikannya.

“Hasil kami menunjukkan bahwa kadar hormon stres jangka panjang berhubungan antara anjing dan manusia, dua spesies berbeda yang berbagi kehidupan sehari-hari,” tulis Ann-Sofie Sundman, dkk dalam laporannya, Long-term stress levels are synchronized in dogs and their owners dikutip Kamis (4/7) dari indonesiainside.id (grup balicitizen.com).

Menurut mereka, tingkat stres pemilik juga bisa diketahui dengan melihat perilaku anjing peliharaan. Saat ini, sebagian besar anjing hidup sebagai hewan pendamping, berbagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari dengan pemiliknya.

Penularan stres dapat terjadi antara dua spesies yang diukur dengan kinerja kognitif. Penelitian menunjukkan terdapat respons kortisol jangka pendek antara anjing dan manusia selama keduanya beraktivitas bersama.

“Anjing dan manusia adalah dua spesies sosial yang memiliki hubungan antarspesies yang unik sebagai hasil dari hidup dalam hubungan dekat selama setidaknya 15.000 tahun,”

Mengutip Man’s stressed friend: how your mental health can affect your dog yang ditulis Bronwyn Orr dalam The Conversation, dengan landasan paper yang sama menjabarkan, peneliti Swedia meneliti 58 anjing dan pemiliknya. Tiga puluh tiga anjing berjenis Shetland Sheepdogs dan 25 berjenis Border Collies.

Pemilihan jenis kelamin, jenis keturunan, dan tingkat aktivitas berimbang untuk semua jenis anjing. Kepribadian anjing dan pemiliknya dinilai dengan menggunakan kuesioner kepribadian standar, dengan pemilik mengisi kuisioner kepribadian anjing untuk hewan peliharaan mereka.

Para peneliti juga mengukur hormon kortisol pada rambut anjing dan pemiliknya dalam periode setahun. Kortisol adalah indikator yang mengukur tingkat stres secara fisik.

“Kortisol akan meningkat ketika seseorang mengalami tekanan mental. Selain karena tekanan, kortisol akan meningkat dalam waktu singkat ketika kita berolahraga atau sedang sakit,” dilansir The Conversation.

Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang signifikan antara kadar kortisol manusia dan anjing sepanjang tahun. Pada 57 anjing di musim panas dan 55 di musim dingin, kadar kortisol mereka cocok dengan pemiliknya. Artinya, untuk anjing-anjing ini, kadar kortisol mereka naik dan turun sama dengan pemiliknya. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.