Belanda secara keseluruhan bersalah atas ‘fakta memalukan’ di IndonesiaJudul NRC Tentang Perang Kolonial. Ya, kesalahan kolektif dari mereka yang berkuasa seperti yang disebutkan dalam artikel di bawah ini. Namun, di kubu Belanda, di parlemen, ketidaksepakatan seperti pemogokan pelabuhan, demonstrasi, dan keberatan hati nurani terhadap pengerahan pasukan agak kurang. Belum lagi para prajurit Belanda yang pemberani dan tak henti-hentinya dipermalukan yang memihak ‘Merdeka’ seperti Bonke Princeton. Sekarang Route sibuk meminta maaf, pihak itu juga bisa membuat ‘gesture’.
Pihak berwenang Indonesia telah dikompensasi secara memadai oleh posisi keuangan dan politik yang murah hati yang diambil oleh Belanda sebagai negara donor bagi Indonesia sejak tahun 1960-an. Orang Indonesia tidak begitu menikmatinya. Bagi para garda muda sejarawan Indonesia, berlebihannya kengerian tahun 1965 itu akan menjadi tabir di antara kengerian perang kolonial. Sebagai akibat dari represi menyusul ‘pemberontakan publik’, satu juta orang Indonesia, komunis dan orang-orang yang tidak diinginkan lainnya dibunuh atau dideportasi dalam operasi yang diorganisir militer.
Seperti pada tahun 1965-1966 di Indonesia, adalah kejahatan mereka yang berkuasa mengubah orang biasa menjadi tentara dalam perang ilegal atau kampanye aib sipil.
Amsterdam
Edisi artikel ini diterbitkan pada 21 Februari 2022 di NRC Handelsblad
Versi artikel ini juga diterbitkan di NRC pada pagi hari tanggal 21 Februari 2022

“Penggemar TV Wannabe. Pelopor media sosial. Zombieaholic. Pelajar ekstrem. Ahli Twitter. Nerd perjalanan yang tak tersembuhkan.”

More Stories
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China
Indonesia Buka Pasar Karbon Kehutanan untuk Masyarakat dan Dunia Usaha
Cisco Tambal Empat Celah Kritis pada Identity Services dan Webex yang Berpotensi Eksekusi Kode