Jack Douglas Teixeira, 21, mengaku tidak bersalah di pengadilan AS pada Kamis dalam kasus pembocoran informasi rahasia pemerintah. Tentara AS itu mengaku “tidak bersalah” atas setiap tuduhan yang disebutkan hakim.
Kasus tersebut kemudian dikenal sebagai “Kebocoran Pentagon”. Teixeira diduga sengaja mendistribusikan informasi rahasia pemerintah melalui layanan perpesanan Discord.
Teixeira, yang bekerja untuk Garda Nasional, ditangkap pada bulan April. Pada hari Rabu, 20 orang tersebut muncul dengan pakaian penjara oranye di hadapan hakim yang mencatat dakwaan. Dan media Amerika menulis bahwa Teixeira selalu menjawab dengan kata-kata “tidak bersalah”.
Jaksa mengatakan militer berbagi informasi sensitif dengan sekelompok teman bermain game di Discord. Menurut media AS, lusinan dokumen rahasia ini sebenarnya ditujukan untuk perwira militer senior dan pejabat intelijen senior.
Kebocoran itu menyebabkan rasa malu yang besar bagi otoritas AS. Presiden Joe Biden sedang menyelidiki mengapa Teixeira memiliki akses ke data tersebut. Pemuda berusia dua puluh tahun itu menghadapi risiko hukuman berat. Dia bisa berada di balik jeruji besi selama beberapa dekade dan didenda seperempat juta dolar.
Sesi berikutnya akan berlangsung pada 9 Agustus.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark