Berita Noos•
Ribuan orang kembali mengantri di Moskow untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Alexei Navalny. Ini adalah hari ketiga berturut-turut warga Rusia memberikan penghormatan di makam pemimpin oposisi tersebut.
Salah satu pelayat mengatakan kepada Reuters, “Rasa sakitnya tak tertahankan.” Dia menambahkan: “Pada hari pemakamannya, tubuh saya tidak dapat bertahan, tetapi hari ini saya mendapatkan kembali kekuatan saya, dan itulah sebabnya saya datang untuk menyampaikan belasungkawa.”
Dalam video ini orang-orang berbicara tentang mengapa mereka datang ke kubur:

“Dia menderita demi keadilan dan kebenaran”
Navalny menjadi panutan bagi para pendukungnya karena ia terang-terangan menyerang Presiden Putin. Tidak jelas apa sebenarnya penyebab kematiannya. Timnya menuduh pihak berwenang melakukan pembunuhan, namun belum memberikan bukti. Kremlin membantah tuduhan tersebut.
Lautan bunga di Pemakaman Borisov kini terus berkembang. Juru bicara tim Navalny, Kira Yarmysh, mengucapkan terima kasih kepada mereka yang hadir di media sosial. “Terima kasih atas foto, bunga, dan dukungan Anda.”
Garmisch membagikan video antrean panjang di depan kuburan:
Pemakaman Navalny Jumat lalu berubah menjadi salah satu demonstrasi politik terbesar di Rusia selama bertahun-tahun. Ini adalah situasi khusus karena pihak berwenang mengizinkan upeti. Karena penindasan yang keras, demonstrasi politik di Rusia menjadi mustahil dilakukan. Namun, polisi hadir dalam jumlah besar di pemakaman tersebut dan tindakan diambil untuk menjaga jumlah peserta sesedikit mungkin.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark