The news is by your side.

Ridho Rhoma dan Mustafa Debu Ajak Milenial Ikut Lomba Baca Sirah

0

Balicitizen.com, Jakarta – Membaca dan menghayati sirah dapat menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Karena seolah-olah mereka hadir di tengah-tengah kita, dan kita berada di tengah-tengah mereka. Inilah salah satu berkah belajar sirah nabawiyah yang mulia.

Hal ini juga termasuk salah satu simpul iman. Dimana tidak akan sempurna iman seorang hamba hingga dia mencintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam melebihi cintanya pada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.

Nabi Muhammad SAW diberikan berbagai keistimewaan dari Allâh ‘Azza wa Jalla yang tidak dimiliki oleh orang lain, sebagaimana umat Islam juga memiliki keistimewaan yang tidak ada pada agama sebelumnya.

Dalam Shahîh Muslim, Rasûlullâh shallâllahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ

“Sesungguhnya Allâh memilih Kinânah dari keturunan (Nabi) Ismail. Dan memilih suku Quraisy dari (bangsa) Kinânah. Kemudian memilih Bani Hâsyim dari suku Quraisy dan memilih diriku dari Bani Hâsyim” (HR Muslim no. 4221).

Melalui hadits yang mulia ini, dapat diketahui bahwa Rasûlullâh shallâllahu ‘alaihi wasallam merupakan pokok dari seluruh intisari kebaikan, intisari keutamaan dan ketinggian derajat di sisi Allâh SWT.

Kini, mendorong budaya literasi di Indonesia, Majalah Mata Air menggelar lomba bertajuk “Semua Membaca Kehidupan Rasulullah SAW” yang memperebutkan hadiah total Rp60 juta.

Acara tersebut diluncurkan secara resmi kemarin malam, Sabtu(6/9/2020). Dan, yang mengagetkan, pesertanya membeludak hingga ke pelosok nusantara dan mancanegara.

Menurut Ketua Pelaksana Program Tegar Rezavie Ramadhan peminat lomba membaca ini diluar ekspektasi. Ribuan peserta yang terdaftar dari berbagai usia. “Alhamdulillah animo masyarakat sangat besar,” ujarnya.

Hal ini diamini oleh pimpinan redaksi Majalah Mata Air. “Sejak dibuka pendaftarannya pada 17 Agustus 2020 sampai 5 September sudah mencapai 6.630 peserta dari dalam maupun luar negeri,” kata Astri Katrini Alafta selaku pimpinan redaksi Majalah Mata Air.

Sementara peserta termuda adalah anak sekolah dasar (SD). “Ini sangat mengagumkan bagi kami karena begitu bersemangatnya adik kita yang masih duduk di SD ini ikut membaca buku yang tebalnya ratusan halaman,” lanjut Astri.

Karena tingginya animo masyarakat maka panitia memutuskan pendaftaran lomba ini diperpanjang sampai 15 September.

“Mestinya ditutup 6 September, tetapi karena banyak yang ingin daftar makanya diperpanjang lagi. Insyaallah jumlahnya bisa lebih dari 10 ribu orang sehingga misi kami meningkatkan literasi masyarakat bisa tercapai,” katanya.

Nah dari ribuan peserta yang daftar, ternyata ada dua selebritas muda yang turut. Mereka adalah Mustafa Debu dan Ridho Rhoma.

Ridho dan Mustafa mendaftarkan diri dalam lomba membaca ini. Keduanya menjadi peserta Lomba Membaca bertajuk Semua Membaca Kehidupan Rasulullah yang diinisiasi Majalah Mata Air.

Bagi Mustafa, kegiatan ini bukan sekadar lomba baca biasa. Dengan membaca kisah kehidupan Rasullullah, akan semakin meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

“Rasa cinta saya kepada Nabi, saya tuangkan dalam syair lagu. Itu makanya lagu-lagu saya banyak mengangkat Shalawat Nabi. Saya ingin lewat lagu orang-orang bisa mengenal Rasulullah,” kata Mustafa yang ikut memeriahkan peluncuran program Semua Membacanya, yang disiarkan live di YouTube tadi malam, Sabtu (5/9/2020).

Sementara, Ridho Rhoma mengaku, sejak kecil selalu tertarik dengan kisah kehidupan Rasulullah. Putra Haji Rhoma Irama ini menggunakan berbagai media untuk menelusuri kehidupan dan tauladan Rasulullah SAW. Baik lewat buku, film, YouTube, dan lainnya.

“Alhamdulillah lumayan banyak kisah Rasulullah yang saya ketahui. Namun untuk kisah Rasulullah di buku Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Alam Semesta Jilid 1 buku Sirah Nabawiyah belum saya tahu karena saya belum selesai membacanya,” kata artis yang bernama asli Muhammad Ridho Irama itu.

Dirinya pun mengajak milenial dan para selebritas ikut lomba membaca kehidupan Rasulullah SAW. “Ayo teman-teman milenial dan selebritas lainnya. Kita buktikan kecintaan pada Rasulullah SAW dengan ikut lomba ini,” ujarnya.

Menurut Ridho, lomba Semua Membaca Kehidupan Rasulullah sangat menarik di tengah gencarnya arus informasi dewasa ini. Dengan membaca kehidupan Rasulullah, Ridho yakin, generasi milenial mudah menghalau akses negatif dari perkembangan teknologi informasi.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Dewan Penasihat Majalah Mata Air Prof Dr Ilza Mayuni MA mengatakan, peserta lomba membaca ini jumlahnya sangat banyak hingga ke luar negeri. Hal ini menunjukkan kecintaan dan kerinduan umat pada sosok Rasulullah SAW serta meneladani kehidupannya.

“Ini bukan program biasa. Membaca bukan baca biasa tetapi membaca kehidupan Rasulullah,” kata Prof Ilza.

Ia menambahkan lomba ini akan mendorong budaya literasi di tanah air. Budaya ini perlu dibangun untuk membuat Indonesia menjadi negara yang maju dan disegani.

Sedangkan Riri Fitri Sari, dosen Universitas Indonesia (UI) mencontohkan apa yang dilakukan oleh pendiri Microsoft dan juga salah satu filantropis dunia, Bill Gates. Menurutnya, pemilik Microsoft itu sangat suka membaca buku.

“Membaca akan menguatkan kemampuan literasi. Bill Gates itu tiap pekan menamatkan 3 buku,” tuturnya.

Sementara Astri Katrini Alafta menyebutkan, ada dua buku yang bisa dipilih para peserta dalam lomba membaca ini. Yaitu Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Alam Semesta Jilid 1 karya Muhammad Fethullah Gulen. Kedua buku Sirah Nabawiyah karya Syekh Shafiyurrahman al Mubarakfuri.

“Peserta dapat memilih salah satu dari judul buku tersebut untuk dibaca. Pada waktu ujian final Oktober mendatang, peserta dapat memilih soal sesuai buku yang dibaca,” terangnya.

Yang membuat Astri terharu, kaum milenial sangat tertarik dengan lomba membaca ini. Bahkan anak jenjang SD dan SMP juga ikut. Ini menunjukkan nilai positif kalau kedua buku tersebut cukup menarik perhatian anak-anak.

Kustomo Abey, salah seorang peserta dari Semarang menyatakan ketertarikannya pada lomba ini adalah didorong oleh rasa kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya. Karenanya, sudah merupakan kewajiban bagi Umat Islam untuk mencintai Rasulullah SAW.

“Daripada menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat seperti main tiktok mending baca buku. Begitu cintanya Rasulullah kepada umatnya. sebagai umatnya kita harus mempelajari kehidupan Rasulullah terutama generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Informasi lengkap lomba ini dapat diakses melalui: http://bit.ly/lomba-baca atau http://majalahmataair.com/semua-membaca-rasul/http://majalahmataair.com/semua-membaca-rasul/ atau http://majalahmataair.com/semua-membaca-rasul/ http://majalahmataair.com/semua-membaca-rasul/

Buku yang diujikan terdapat dua pilihan:

Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Alam Semesta Jilid 1, karya Muhammad Fethullah Gulen, dapat dibeli di: https://bit.ly/cahaya-abadi

Sirah Nabawiyah, karya Syekh Shafiyurrahman al Mubarakfuri, dapat dibeli di: https://bit.ly/siroh-nabi

Juga tersedia di e-commerce atau toko daring.

Leave A Reply

Your email address will not be published.