BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Robert Hefner menyelesaikan filmnya di Indonesia

Robert Hefner menyelesaikan filmnya di Indonesia

Profesor Robert Hefner melakukan perjalanan ke Yogyakarta, Jawa, Indonesia, dari 10 hingga 21 Mei. Profesor Hefner sedang memberikan sentuhan akhir pada proyek dokumenter yang akan memakan waktu tiga tahun, “Pluralisme Indonesia: Sumber Daya Sosial Kepemilikan Warga Negara di Indonesia Kontemporer.Proyek ini didanai oleh Henry Luce Foundation di New York dan diproduksi bersama oleh Zainal Abidin Bagir dari Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Indonesia. Proyek film ini memproduksi tujuh film dokumenter berdurasi penuh dengan topik yang beragam seperti perempuan Muslim, konservatif dan progresif; Rekonsiliasi Kristen-Muslim di Maluku pasca-konflik (di Indonesia bagian timur); Minoritas Tionghoa dan Kewarganegaraan di Indonesia; Respons keagamaan terhadap pandemi Covid; Upaya Indonesia untuk mendapatkan kewarganegaraan universal. Film-film versi Indonesia diputar di sekitar 300 lokasi di seluruh Indonesia. Versi bahasa Inggris kini juga tersedia di AS

Profesor Hefner juga memberikan ceramah tentang “Kepemimpinan dan Perdamaian Masyarakat di Masa-Masa Sulit” di Interfaith Institute di Yogyakarta, serta ceramah tentang tata kelola dan kebebasan beragama pada konferensi “Keagamaan Versus Harmoni Beragama.” Kebebasan Beragama di Indonesia” di Pusat Studi Keagamaan dan Antar Budaya Kampus Gadjah Mada.

Robert Hefner Dia telah mengarahkan 19 proyek penelitian, menyelenggarakan 18 konferensi internasional, dan menulis atau mengedit sembilan belas buku. Dia adalah mantan presiden Asosiasi Studi Asia. Di CURA, ia memimpin Program Islam dan Masyarakat Sipil sejak tahun 1991; Mengkoordinasikan penelitian interdisipliner dan program kebijakan publik mengenai agama, pluralisme, dan urusan dunia; Saat ini ia terlibat dalam dua proyek penelitian: “Pluralisme Barat Baru dan Koeksistensi Masyarakat: Muslim, Katolik, dan Sekuler di Amerika Utara dan Eropa Barat”; “Transformasi Syariah: Syariah Islam dan Pluralisme Etis di Dunia Kontemporer.” Baca lebih lanjut tentang Profesor Hefner di situs webnya Profil fakultas.

READ  Mengapa Indonesia melarang penjualan e-commerce di platform media sosial

Robert Hefner menyelesaikan filmnya di Indonesia

untuk menerbitkan

6 bulan lalu

di dalam Berita kampus

Ditandai: Bob Hefner, Hefner, Indonesia, Hubungan Internasional, Robert Hefner