BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Rumah Kita memperingati 15 Agustus

Rumah Kita memperingati 15 Agustus

12 Agustus 2023 pukul 9:54 pagi

Yang lain

Vahanangen Pada Selasa, 15 Agustus 2023, warga Rumah Kita bersama keluarga dan tamu akan memperingati penyerahan Jepang dan secara resmi berakhirnya Perang Dunia II untuk Kerajaan Belanda. Bagi banyak penduduk, tanggal ini menandai awal dari sebuah akhir. Di Rumah Kita, kita mengenang semua korban sipil dan militer pendudukan Jepang di Asia pada hari ini.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Perang Dunia II resmi berakhir di Hindia Belanda. Setelah itu, perang kemerdekaan dimulai yang mengarah ke Republik Indonesia. Setelah tahun 1945 banyak tentara Indo-Belanda dan Maluku berangkat ke Belanda bersama keluarga mereka. Mereka selamat dari perang tetapi kehilangan status, rumah dan tanah air. Mereka memulai hidup baru di Belanda.


Rumah Kita adalah salah satu dari empat panti jompo Zinzia Jorcrop. Para tetua Hindia dan Maluku tinggal di Rumah Kita. Keistimewaan rumah ini terlihat jelas dalam segala hal. Makanan, liburan, togo, bazaar tahunan rumah kita. Tapi bahasa, sopan santun, kesopanan. Diperingati pada tanggal 15 Agustus setiap tahunnya.

Ingatan
Upacara peringatan akan diadakan pada hari Selasa, 15 Agustus pukul 10.30 di Restoran Rumah Kita. Pagi ini ada warga, keluarga dan tamu. Peringatan itu termasuk api unggun, peletakan bunga dan pidato oleh walikota Flor Vermeulen atas nama kotamadya Wageningen dan pembicara tamu Ellen Hassenbalk dan Anne Magdenberg atas nama generasi kedua dan ketiga.

Pada peringatan bagian kedua, pembuatan tato dilakukan, diikuti dengan hening satu menit dan nyanyian dua bait dari Wilhelmus. Bendera dikibarkan oleh warga Rumah Kita dan kami meletakkan karangan bunga di tugu peringatan di halaman Rumah Kita. Terakhir, warga dan pengunjung berkesempatan untuk meletakkan bunga di monumen tersebut.

READ  Para ahli mengkritik pemerintah karena tidak menyebut Indonesia sebagai kejahatan perang kekerasan | Di dalam negeri