BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Seorang anak laki-laki Prancis berusia 15 tahun meninggal setelah terkena pelecehan kelompok di sekolah

Seorang anak laki-laki Prancis berusia 15 tahun meninggal setelah terkena pelecehan kelompok di sekolah

Orang-orang di depan sekolah tempat anak laki-laki yang meninggal itu bersekolah

Berita Noosrata-rata

Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun dari Ferry Chatillon, Prancis, di luar Paris, meninggal setelah dipukuli oleh sekelompok pemuda kemarin. Polisi menangkap lima tersangka, termasuk empat anak di bawah umur.

Bocah itu diserang saat dalam perjalanan pulang dari sekolah. Seorang pejalan kaki menemukan pemuda yang terluka parah di trotoar. Dia mengalami luka di bagian kepala dan badan. Anak laki-laki tersebut menjalani operasi di rumah sakit pada malam hari, namun dia meninggal hari ini akibat luka-lukanya.

Polisi menangkap tiga remaja berusia 17 tahun, seorang remaja berusia 15 tahun, dan seorang remaja berusia 20 tahun. Sebelumnya, seorang saksi mengatakan pelaku mengenakan masker.

Walikota Very Chatillon mengatakan para pelaku “tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dijelaskan” ini harus dihukum. Juru bicara pemerintah Perancis menyatakan, “Masyarakat kita tidak akan tunduk pada kejahatan biadab ini.”

Pelecehan lainnya

Pada hari Selasa, seorang remaja lainnya terluka parah dalam pertempuran di Prancis. Seorang gadis berusia 13 tahun bertemu di dekat sekolah menengahnya dan dipukuli oleh teman-temannya di kota selatan Montpellier. Dia kemudian mengalami koma untuk sementara waktu, dan kemudian terbangun darinya.

Polisi di Montpellier telah menangkap tiga remaja di bawah umur karena penyerangan kekerasan, termasuk seorang gadis berusia 15 tahun. Dia dicurigai melakukan percobaan pembunuhan. Korban diduga di-bully selama beberapa waktu.

READ  Mike Pence membantah klaim kontroversial mantan Presiden Donald Trump | luar negeri