BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Seorang suami Amerika ditangkap karena “memenggal kepala ayah mertuanya” di Indonesia setelah usaha patungan mereka mulai gagal

Seorang suami Amerika ditangkap karena “memenggal kepala ayah mertuanya” di Indonesia setelah usaha patungan mereka mulai gagal

  • Arthur Lee Willowher, 35, diduga membantai dan memenggal kepala saudara iparnya
  • Foto-foto mengerikan memperlihatkan tubuh ayah mertuanya yang tak bernyawa dan dipenggal

Seorang suami Amerika telah ditangkap karena diduga melakukan penyerangan terhadap ayah mertuanya di Indonesia.

Arthur Lee Willowher, 35, menjalankan bisnis dengan ayah mertuanya yang berkewarganegaraan Indonesia, Agus Subian, 58, namun hubungan mereka memburuk ketika usaha tersebut mulai gagal.

Pria asal San Francisco itu diduga merencanakan pembunuhan terhadap Agus, lalu diduga menyerangnya di sebuah rumah dekat kediamannya di Banjar, Jawa Barat, pada Minggu, 24 September.

Tetangga yang ketakutan mendengar pertengkaran tersebut, namun menganggapnya sebagai perkelahian biasa.

Namun, Willowher diduga berhasil mengalahkan Agus dan menjatuhkannya ke tanah, sebelum mengacungkan pisau dan menikam lelaki tua itu. Rekaman video mengerikan dari lokasi kecelakaan memperlihatkan kepala pria tewas tergantung di bahunya.

Penonton yang terkejut berhasil menenangkan Willowher dan memanggil polisi untuk meminta bantuan. Mereka kemudian berteriak dengan marah pada Willowher saat dia diborgol ke katak.

Sementara itu, Agus ditemukan “dalam kondisi mengenaskan” di belakang rumahnya dengan kepala terpenggal dari leher.

Willowher dibawa keluar dari TKP dengan borgol
Arthur Lee Willowher, 35, menjalankan bisnis dengan ayah mertuanya yang berkewarganegaraan Indonesia, Agus Subian, 58, namun hubungan mereka diduga memburuk ketika usaha tersebut mulai gagal.
Willowher terlihat bersama istri dan keluarganya yang berkewarganegaraan Indonesia

Rizal, salah satu warga setempat, mengatakan: “Para tetangga di sini awalnya mengira itu hanya pertengkaran biasa. Namun ternyata dia mendorong dan menggorok leher ayah mertuanya.

Dia menambahkan, warga tidak dapat melakukan intervensi tepat waktu karena kecepatan serangan.

Kasubbag Humas Polres Banjar Nandi Dharmawan mengatakan, tersangka sudah ditangkap. Kami masih menyelidiki kasus ini. Kami akan mengomunikasikan hasil investigasi tambahan setelah seluruh investigasi selesai.

“Sebelumnya tersangka pernah melakukan perusakan terhadap rumah mertuanya dan hal ini juga telah dilaporkan ke polisi,” kata Yayat Ruhiyat, Kepala Desa Raharja tempat dugaan pembunuhan tersebut terjadi.

READ  Sungai Afrika tegang dan berubah warna karena produksi pakaian Barat

Namun karena berbagai alasan, polisi tidak melakukan penangkapan hingga kejadian ini terjadi.

Agus ditemukan “dalam kondisi mengenaskan” di belakang rumahnya dengan kepala terpenggal dari leher

Istri Willowher membayar ganti rugi atas vandalisme tersebut, namun orang Amerika yang mengamuk itu terus melanggar rumah mertuanya sebelum melakukan pembunuhan, kata Yeatt.

Tersangka mengaku merasa mertuanya menghalangi hubungan dirinya dan istrinya, kata Kepala Reserse Polres Banjar Ali Gopri dalam keterangannya, Senin, 25 September. Ia merasa dirinya sedang diserang dan akhirnya melakukan pembunuhan.

Media lokal memberitakan bahwa Welohr didakwa berdasarkan Pasal 338 KUHP Indonesia, yang berbunyi: “Barangsiapa membunuh orang lain dengan niat berencana, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, bersalah melakukan pembunuhan tidak berencana.” 'Bertahun-tahun.'

Sebelum dia diduga membunuh ayah mertuanya, Willowher, dari California, ditangkap pada tahun 2015 karena menyerang dan melukai dua orang dengan pedang di San Francisco.

Dia berdebat dengan para korban, seorang pria dan seorang wanita berusia lima puluhan, sebelum dia menghunus pedang dan menebas mereka.

Polisi San Francisco mengatakan dia telah didakwa dengan dua tuduhan percobaan pembunuhan, meskipun tidak jelas apakah dia telah dipenjara.