BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Serangan terhadap kota-kota Ukraina pada Malam Tahun Baru

Serangan terhadap kota-kota Ukraina pada Malam Tahun Baru

Beberapa anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan mematikan Rusia terhadap negara tetangga Ukraina pada hari sebelumnya dalam pertemuan darurat tadi malam. Seorang pejabat senior PBB juga menggambarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak, yang menurut Kiev menyebabkan sedikitnya 30 orang tewas, sebagai tindakan yang “mengerikan.”

Serangan skala besar di berbagai wilayah Ukraina menargetkan sekolah, rumah sakit bersalin, pusat perbelanjaan dan bangunan tempat tinggal pada malam hari dari Kamis hingga Jumat. Sedikitnya 160 orang terluka. Presiden AS Joe Biden berbicara tentang “pengeboman terberat sejak dimulainya perang.”

Sebagian besar anggota Dewan Keamanan, termasuk Amerika Serikat, Perancis dan Inggris, mengutuk serangan terhadap Ukraina. “Alih-alih melakukan perdamaian, Putin memilih menggunakan musim liburan ini untuk melancarkan serangan drone dan rudal dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap negara anggota PBB lainnya,” kata Perwakilan AS John Kelly.

“Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil melanggar hukum kemanusiaan internasional, tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan,” kata Mohamed Khiari, Asisten Sekretaris Jenderal PBB, mengutip serangkaian eskalasi yang dilakukan Rusia. “Sekali lagi, warga Ukraina terpaksa menghabiskan liburannya untuk mencari perlindungan, menyingkirkan puing-puing, dan menguburkan korban tewas dalam suhu yang sangat dingin,” tambahnya.

Tiongkok, salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, tidak mengutuk serangan tersebut dan menyerukan “solusi politik” terhadap perang di Ukraina. (Belga, redaksi)

READ  Ardennes tidak lagi berkobar, tapi masih ada titik api