BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Shinhan Bank Indonesia menandatangani perjanjian komersial dengan Endodana

Ko Hyung-ho (kiri), Presiden Shinhan Bank Indonesia, dan William Lesmana (kanan), Direktur Indodana Corporate Strategy Group, berfoto pada upacara perjanjian bisnis yang diadakan pada 14 Maret.
Ko Hyung-ho (kiri), Presiden Shinhan Bank Indonesia, dan William Lesmana (kanan), Direktur Indodana Corporate Strategy Group, berfoto pada upacara perjanjian bisnis yang diadakan pada 14 Maret.


Shinhan Bank Indonesia telah menandatangani perjanjian bisnis strategis dengan perusahaan pembayaran elektronik Indonesia Indodana (PT Artha Dana Teknologi Indodana) untuk memperluas pasar pinjaman digital berbasis platform, Shinhan Bank mengumumkan pada 14 Maret.


Indodana merupakan penyedia solusi pembayaran digital yang telah mendapat persetujuan komersial dari otoritas keuangan Indonesia. Ia menawarkan layanan seperti pinjaman mikro pasca pembelian untuk pembayaran beli sekarang, bayar nanti (BNPL) dan layanan pembiayaan cicilan. Ia memiliki sekitar 830.000 pelanggan aktif di pasar e-commerce Indonesia.


Produk pinjaman yang diluncurkan bekerja sama dengan Indodana oleh Shinhan Bank Indonesia ini berbasis platform digital Indodana. Ketika nasabah yang menggunakan layanan pembayaran pada platform Indodana mengajukan pinjaman, penilaian awal terhadap batas kredit dilakukan pada platform tersebut, diikuti dengan penilaian sekunder oleh Shinhan Bank Indonesia sebelum pinjaman diterbitkan. Shinhan Bank mengharapkan kerja sama dengan Indodana dapat memperluas basis nasabah ritelnya di Indonesia. Produk pinjaman tersebut rencananya akan diluncurkan pada bulan April.


Sedangkan Bank Shinhan Indonesia didirikan pada tahun 2016 dan saat ini mengoperasikan 35 cabang. Hal ini terutama terlihat dari keberhasilan lokalisasinya yang cepat, dengan mencapai pertumbuhan aset lebih dari lima kali lipat sejak didirikan, dengan aset mencapai $1,54 miliar pada tahun lalu.

READ  Kudeta Myanmar: Warga mengungsi dari kota terbesar Myanmar