“Dalam Giving Yoni, tidak semua jalan menuju pernikahan.”
“Sederhana dan jernih seperti kaca.”
Kisah kedewasaan Yoni Pintar (Arawinda Kirana). Seperti kebanyakan gadis seusianya, dia tidak tahu bagaimana rasanya menjadi seorang wanita. Dia mengetahui dua hal: dia ingin kuliah, dan dia menyukai warna ungu.
Untuk mencapai cita-cita pertamanya, ia harus tetap melajang dan segera meningkatkan studinya di bidang sastra Indonesia. Namun, kedua persyaratan tersebut menjadi rumit ketika lamaran pernikahan mulai berdatangan. Saat dia menolaknya karena hal itu menghalangi mimpinya, dia berbincang dengan teman-temannya tentang seks dan pernikahan. Bolehkah wanita melakukan masturbasi? Apakah gadis itu hamil karena pemerkosaan? Apakah kamu masih perawan? Harapan ketat warga desa menghantui Uni. Legenda lama mengatakan bahwa seorang wanita yang menolak lamaran pernikahan sebanyak tiga kali tidak akan pernah menikah lagi.
Pendatang baru Aracinda Kirana memberikan penampilan gemilang di debut kali ini. Menampilkan keanggunan Yoni yang unik, dia menggambarkan karakter yang ragu-ragu dan percaya diri tentang apa yang dia inginkan dari masa depannya.

“Baconaholic. Penjelajah yang sangat rendah hati. Penginjil bir. Pengacara alkohol. Penggemar TV. Web nerd. Zombie geek. Pencipta. Pembaca umum.”

More Stories
Indonesia Perkuat Strategi Wisata Olahraga melalui Seri Lari Geopark 2026–2027
Produser Intan Kieflie Bawa Deretan Film Horor Indonesia ke Pasar Film Cannes
Australian Chamber Orchestra Akuisisi Viola Langka Maggini Tahun 1610