Uskup Oxford Inggris, Stephen Croft, percaya bahwa Gereja Inggris harus mengizinkan pernikahan sesama jenis. Dalam artikel setebal 50 halaman, dia meminta maaf atas sikap gereja terhadap komunitas LGBTQ+, yang menurut Croft telah “menyebabkan ‘rasa sakit dan penderitaan’ selama bertahun-tahun.”
Sebagai Uskup Oxford, Croft adalah anggota Gereja Anglikan paling terkemuka yang sangat mendukung pernikahan sesama jenis. Dalam artikelnya, dia mengakui bahwa pandangannya telah “berubah secara perlahan”, tulis surat kabar Inggris itu Penjaga.
Croft menganjurkan “cinta dan rasa hormat” untuk orang-orang LGBT dan keluarga mereka, baik di dalam maupun di luar gereja. “Cinta dan hormat untuk semua orang yang berpikir berbeda,” tambah uskup itu.
Croft tidak hanya ingin mengizinkan pernikahan gay di dalam gereja. Pendeta juga harus dapat menikahi seseorang dari jenis kelamin mereka sendiri, menurut uskup.
Gereja Inggris tidak mengizinkan para imamnya untuk melakukan pernikahan sesama jenis. Ini bertentangan dengan ajaran Gereja bahwa pernikahan hanya dapat dilakukan antara seorang pria dan seorang wanita. Pernikahan sesama jenis telah legal di Inggris sejak 2013.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark