BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Wanita Greenland menuntut Denmark atas kontrasepsi yang tidak diinginkan

Wanita Greenland menuntut Denmark atas kontrasepsi yang tidak diinginkan

Salah satu wanita yang terluka, Naga Liberth

Berita Noos

Sekelompok perempuan dari Greenland telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Denmark atas formulasi kontrasepsi yang tidak disengaja pada tahun 1960an dan 1970an, dan menuntut jumlah total hampir 6 juta euro. Ini menyangkut 143 perempuan Inuit, penduduk asli Greenland.

Mereka mengatakan sistem layanan kesehatan Denmark melanggar hak asasi mereka dengan secara tidak sengaja memasang IUD atau alat kontrasepsi. Mereka pada saat itu tidak mengetahui bahwa benda tersebut telah dimasukkan ke dalam tubuh mereka. Banyak dari mereka masih remaja ketika kejadian itu terjadi. Pemerintah Denmark ingin membatasi pertumbuhan penduduk di Greenland, karena pertumbuhan penduduk sangat cepat. File-file tersebut sering dikatakan ditempatkan secara diam-diam selama operasi atau perawatan lainnya.

Salah satunya adalah Naga Librath. Dia memakai IUD ketika dia berusia 14 tahun. “Kami ingin mendapatkan kembali harga diri dan rasa hormat terhadap kerabat kami,” katanya di Radio Greenland. KNR.

Ribuan perempuan terkena dampaknya

Podcast Denmark Kampanye spiral Terungkap pada tahun 2022 bahwa sekitar 4.500 anak perempuan dan perempuan Inuit di Greenland memasang IUD di rahim mereka pada tahun 1960an dan 1970an, atas permintaan negara Denmark. Jumlah tersebut setara dengan setengah dari 9.000 anak perempuan dan perempuan usia subur di Greenland.

Pemerintah Denmark dan Greenland kemudian setuju untuk menyelidiki praktik-praktik ini. Hasilnya diharapkan tahun depan. Penelitian mengenai “kampanye spiral” ini secara resmi mencakup periode 1960 hingga 1991, ketika Greenland mengambil alih tanggung jawab layanan kesehatan dari Denmark. Namun, BBC angkat bicara setelah pengungkapan tersebut Perempuan yang mengatakan bahwa praktik penggunaan alat kontrasepsi yang tidak diinginkan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

READ  Uni Afrika "meyakinkan" setelah janji Putin, parlemen Jerman menyetujui 100 miliar euro untuk pertahanan

Pengacara 143 perempuan yang kini menggugat Denmark mengatakan mereka tidak ingin menunggu hasil penyelidikan. “Satu-satunya pilihan mereka adalah mencari keadilan melalui pengadilan,” kata pengacara Mads Braming kepada kantor berita Associated Press.