PT Indonesia Ledakan baja tahan karat Tsingshan terjadi sekitar pukul 05.30 waktu setempat (Sabtu waktu Belgia pukul 22.30; red). Saat ini 51 orang terkena dampaknya. Di antara mereka, 13 orang tewas dalam kecelakaan itu dan 38 orang menderita luka ringan dan berat,” kata siaran pers. Juru bicara setempat kemudian mengonfirmasi bahwa jumlah korban luka bertambah. Korban tewas termasuk empat warga Tiongkok, dan sembilan warga Indonesia.
Berdasarkan penyelidikan awal, ledakan terjadi saat pekerjaan perbaikan di tanur sembur. Cairan yang mudah terbakar terbakar dan api menyebar ke tangki oksigen di dekatnya, lalu meledak. Apinya kini sudah padam.
Banyak nikel yang diproses di pulau Sulawesi, Indonesia, tempat kecelakaan itu terjadi. Bahan bakunya menjadi terkenal melalui penggunaannya dalam baterai kendaraan listrik dan produksi baja tahan karat. Tiongkok telah banyak berinvestasi dalam industri pengolahan nikel di Sulawesi, namun kondisi kerja di sektor ini seringkali sangat buruk. Pabrik yang kini telah memakan tiga belas korban jiwa itu juga dibiayai dengan uang Tiongkok.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China