The news is by your side.

38 Persen Pemilih Terima Uang Saat Pemilu 2019

0

Oleh: Rudi Hassan  |

Balicitizen.com, Jakarta – Hasil riset yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil survei mengenai pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 dan demokrasi di Indonesia. Salah satu fenomena yang diteliti dalam survei itu adalah politik uang.

Peneliti P2P LIPI, Wawan Ichwanudin menuturkan, sebanyak 38 %responden mengaku pernah menerima uang dari caleg atau partai selama proses Pemilu 2019 lalu.

“Pemilih kita cenderung permisif dengan praktik politik uang. Sebab, hampir 47 persen responden menganggap politik uang adalah sesuatu yang wajar. Tapi 48 persen responden malah menyatakan sebaliknya, bahwa praktik politik uang tidak dapat dimaklumi,” ungkap Wawan di Jakarta, Rabu (28/8).

Menurut dia, ada fakta menarik dalam survei. Bahwa, pemilih hanya menjelaskan “gelondongan” soal politik uang dalam pemilu. Mereka tak memasukkan praktik politik uang yang mereka alami, lihat, atau dengar sebagai komponen yang membentuk penilaian terhadap integritas pemilu.

Atas dasar itu, Wawan menyebut pemberantasan politik uang harus jadi prioritas ke depan. Pasalnya, praktik tersebut berpotensi membesar dan menjadi masalah laten, mengingat ada sikap permisif dari para pemilih di situ.

Di sisi lain, para kontestan pemilu juga hobi menghalalkan segala cara, termasuk politik uang untuk meraup suara. Penyelenggara pemilu harus melihat fakta ini secara serius, jika betul-betul ingin menghasilkan pemilu yang berkualitas. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.