Amerika Serikat sangat prihatin dengan program senjata Korea Utara, yang telah menguji coba rudal yang dapat mencapai bagian daratan Amerika Serikat. Mantan Presiden AS Donald Trump sendiri berulang kali membicarakan hal ini dengan diktator Kim, yang, pada gilirannya, ingin mencabut sanksi berat yang dijatuhkan pada rezimnya. Konsultasi tidak menghasilkan terobosan dan pembicaraan dihentikan untuk beberapa waktu.
Pemimpin Korea Utara mengatakan pekan lalu bahwa persiapan harus dilakukan untuk “dialog dan konfrontasi” dengan Washington. Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menyebut pernyataan itu sebagai “sinyal menarik” dan mengatakan Amerika Serikat akan menunggu Korea Utara untuk menghubungi mereka lagi untuk membahas bagaimana melangkah maju dalam negosiasi antara kedua negara.
pemikiran yang bijak
Reaksi ini tampaknya memburuk di Pyongyang. Adik diktator Kim Yo Jong mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa orang Amerika tampaknya bersalah atas angan-angan dan salah menafsirkan pernyataan saudara laki-lakinya. Dia memperkirakan bahwa Amerika Serikat akan menuju kekecewaan besar sebagai hasilnya.
Pembaruan Makan Siang
Setiap hari selama makan siang update berita yang paling penting.
Alamat email tidak valid. Silakan isi lagi.
Baca baca Sini Kebijakan Privasi kami.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark