Raul Castro mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Komunis Kuba. Castro yang berusia 89 tahun mengonfirmasi pengunduran dirinya yang sangat diantisipasi pada hari Jumat pada hari pertama konvensi partai besar di Havana. Tidak diketahui siapa yang akan menggantikannya dalam kepemimpinan partai.
Pengunduran diri Castro menandai akhir formal era Castro, yang dimulai dengan Revolusi Kuba pada 1950-an. Castro menggantikan saudaranya Fidel pada tahun 2008, yang sedang berjuang dengan kesehatannya. ‘El Lider’ meninggal pada November 2016 pada usia 90 tahun.
Menurut Castro, sudah saatnya mengalihkan kekuasaan kepada generasi muda. Dalam klip televisi pidatonya, mantan presiden itu mengatakan dia dapat dengan memuaskan menyerahkan kepemimpinannya kepada sekelompok loyalis partai dengan pengalaman puluhan tahun. Dia juga mengatakan kepada ratusan hadirin bahwa sampai kematiannya dia siap untuk “membela tanah air, revolusi dan sosialisme.”
Meski penerus Castro belum ditunjuk, kemungkinan besar Miguel Diaz-Canel yang berusia 60 tahun akan mengambil alih peran tersebut. Dia juga mengambil alih dari Castro sebagai Presiden Kuba pada 2018.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark