The news is by your side.

Balai Pemukiman Kenalkan Metode Pengentasan Kawasan Kumuh di Bali

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Sejumlah daerah di Bali hingga tahun 2019 ini masih memiliki sejumlah daerah yang masuk kategori kawasan kumuh. Karena itu kini diperkenalkan metode pengentasan kawasan kumuh hingga nol persen di Bali.

Hal ini mengemuka saat  Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali menggelar Lokakarya Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Provinsi Bali selama tiga hari, 17 – 19 September besok.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali I Nyoman Sutresna menjelaskan, program Kotaku bermaksud untuk membangun sistem yang terpadu untuk penanganan kumuh, dimana pemerintah daerah memimpin dan berkolaborasi dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam perencanaan maupun implementasinya, serta mengedepankan partisipasi masyarakat.

Sutresna mengatakan, dalam RPJMN 2015-2019 disebutkan bahwa salah satu sasaran pembangunan kawasan permukiman adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 (nol) melalui strategi pencapaian 100-0-100.

“Artinya 100% terlayani air bersih, target 0% kumuh, dan 100% sanitasi layak. Program Kotaku ini bagaimana kita memotivasi Pemkab, Pemkot, maupun Pemprov untuk men-zero-kan kumuh di Bali,” katanya.

Ia mengakui banyak tantangan dan rintangan dalam mewujudkan Kotaku. Namun sudah ada instrumen kewenangan masing-masing pemerintah untuk mengatasinya. Untuk wilayah kumuh yang luasnya di bawah 10 hektare merupakan kewenangan kabupaten/kota, jika luasnya 10 – 15 hektare menjadi kewenangan provinsi, dan di atas 15 hektare menjadi kewenangan pusat.

Kategori wilayah kumuh adalah susahnya mengakses air bersih, kemudian sanitasi dan kebersihan lingkungan. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.