Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto, yang pernah mengkritik keras Tiongkok, akan memenangkan pemilihan presiden. Menurut VOA News, para analis mengatakan kemenangannya sepertinya tidak akan membawa perubahan besar dalam hubungan dengan Beijing.
Namun, kekhawatiran akan keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan yang terkait dengan investasi Tiongkok dan klaim Beijing di Laut Cina Selatan dapat menguji stabilitas hubungan tersebut.
Ketika Presiden Joko Widodo berkuasa, Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dan memanfaatkan kekayaan sumber dayanya. Jokowi telah mendesak Tiongkok, begitu ia sering menyebutnya, untuk memberikan lebih banyak modal ke Indonesia, yang telah menjadi peserta utama dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative).
Tiongkok telah menginvestasikan miliaran dolar untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur besar di Indonesia, termasuk jalur kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung yang dibuka pada bulan Oktober dan Sirata, proyek tenaga surya terapung terbesar di Asia Tenggara, yang mulai beroperasi sepenuhnya pada tahun lalu.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China