BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Cisco Tambal Empat Celah Kritis pada Identity Services dan Webex yang Berpotensi Eksekusi Kode

Cisco Tambal Empat Celah Kritis pada Identity Services dan Webex yang Berpotensi Eksekusi Kode

Perusahaan teknologi jaringan Cisco merilis pembaruan keamanan untuk menutup empat kerentanan kritis yang memengaruhi Identity Services dan Webex Services. Celah ini dinilai berisiko tinggi karena dapat dimanfaatkan untuk menjalankan kode berbahaya serta memungkinkan pelaku menyamar sebagai pengguna sah dalam sistem.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan infrastruktur digital yang banyak digunakan oleh perusahaan, institusi pendidikan, hingga sektor pemerintahan.

Rincian Kerentanan Keamanan

Cisco mengungkapkan empat celah keamanan dengan tingkat keparahan tinggi sebagai berikut:

Kerentanan pada Webex SSO

  • CVE-2026-20184 (CVSS 9,8)
    Terjadi akibat validasi sertifikat yang tidak tepat dalam integrasi single sign-on (SSO) dengan Control Hub di Webex Services.
    Celah ini memungkinkan penyerang jarak jauh tanpa autentikasi untuk menyamar sebagai pengguna mana pun dan mengakses layanan Webex secara tidak sah.

Kerentanan pada Identity Services Engine (ISE)

  • CVE-2026-20147 (CVSS 9,9)
    Disebabkan oleh validasi input pengguna yang tidak memadai pada ISE dan ISE Passive Identity Connector (ISE-PIC).
    Penyerang dengan kredensial administrator yang valid dapat menjalankan kode dari jarak jauh melalui permintaan HTTP yang dimodifikasi.
  • CVE-2026-20180 dan CVE-2026-20186 (CVSS 9,9)
    Dua celah tambahan pada ISE yang juga berkaitan dengan validasi input.
    Dengan hanya memiliki akses admin read-only, penyerang dapat mengeksekusi perintah arbitrer pada sistem operasi perangkat yang terdampak.

Dampak Serangan: Akses Sistem hingga Gangguan Layanan

Cisco menjelaskan bahwa eksploitasi yang berhasil dapat memberikan akses tingkat pengguna ke sistem operasi, yang kemudian dapat ditingkatkan menjadi akses root.

Dampak yang mungkin terjadi meliputi:

  • Pengambilalihan sistem oleh pihak tidak berwenang
  • Potensi kebocoran data sensitif
  • Gangguan operasional jaringan

Pada implementasi ISE dengan satu node, eksploitasi juga dapat menyebabkan layanan tidak tersedia (denial of service/DoS). Dalam kondisi ini, perangkat yang belum terautentikasi tidak dapat terhubung ke jaringan hingga sistem dipulihkan.

READ  Cucu dari Timur - Filmkrant

Rekomendasi dan Pembaruan Sistem

Untuk kerentanan CVE-2026-20184 yang berbasis cloud, tidak diperlukan tindakan langsung dari pengguna. Namun, bagi pengguna yang menggunakan SSO, disarankan untuk:

  • Mengunggah sertifikat SAML baru dari identity provider (IdP) ke Control Hub

Sementara itu, kerentanan lainnya telah diperbaiki dalam pembaruan berikut:

Pembaruan untuk CVE-2026-20147

  • ISE versi sebelum 3.1: disarankan migrasi
  • ISE 3.1: Patch 11
  • ISE 3.2: Patch 10
  • ISE 3.3: Patch 11
  • ISE 3.4: Patch 6
  • ISE 3.5: Patch 3

Pembaruan untuk CVE-2026-20180 dan CVE-2026-20186

  • ISE versi sebelum 3.2: disarankan migrasi
  • ISE 3.2: Patch 8
  • ISE 3.3: Patch 8
  • ISE 3.4: Patch 4
  • ISE 3.5: tidak terdampak

Belum Ada Eksploitasi, Namun Risiko Tetap Tinggi

Cisco menyatakan belum menemukan indikasi bahwa kerentanan ini telah dimanfaatkan secara aktif. Meski demikian, pengguna tetap disarankan untuk segera memperbarui sistem ke versi terbaru guna meminimalkan risiko.

Kesimpulan

Empat kerentanan kritis pada layanan Cisco menunjukkan pentingnya pembaruan keamanan secara rutin. Risiko yang ditimbulkan mencakup eksekusi kode, penyalahgunaan akses, hingga gangguan layanan. Penerapan patch terbaru menjadi langkah utama untuk menjaga keamanan sistem dan keberlangsungan operasional jaringan.