The news is by your side.

Demo Tolak Revisi UU KPK dan RKUHP, Mahasiswa “Jual” Gedung DPRD Bali

0

Oleh; Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Mahasiswa dari berbagai kampus di Bali menggelar aksi bertajuk #BaliTidakDiam, Selasa (24/9). Mereka melakukan longmarch dari Parkir Timur Lapangan Bajra Sandi, Renon menuju DPRD bali dan kantor Gubernur Bali.

Para mahasiswa ini menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menolak revisi UU KPK dan RKUHP. Mereka juga menyoroti masalah kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dab Kalimantan, termasuk juga menyikapi masalah yang terjadi di Papua.

Hanya saja para mahasiswa tak bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Wakil rakyat di DPRD Bali, sebab pintu masuk di bagian timur gedung DPRD Bali digembok. Hal ini memicu reaksi mahasiswa. Mereka memasang spanduk di gerbang dengan tulisan besar berwarna merah “Dijual Gedung DPR. Hubungi Rakyat”. Usai memasang spanduk itu, mereka melanjutkan longmarch ke kantor Gubernur Bali.

Mengapa pintu masuk gedung DPRD Bali digembok? Sekretaris DPRD Bali I Gede Suralaga menjelaskan, penutupan pintu masuk gedung DPRD Bali karena ada permintaan dari aparat kepolisian. Kendati pintu masuk digembok, pintu keluar di sisi selatan gedung DPRD Bali tetap dibuka. “Itu atas perintah Pos Pol Renon, tapi pintu keluarnya dibuka kok,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat aksi berlangsung, sejumlah anggota Dewan ada di dalam gedung DPRD Bali. Tak ada anggota Dewan yang menemui mereka, kata dia, karena tujuan aksi itu bukan ke DPRD Bali. “Tidak ke DPRD tujuan (aksi)-nya,” jelasnya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.