Negara-negara Baltik tidak lagi mengimpor listrik dari Rusia, lapor Nord Bull, bursa perdagangan listrik Eropa. Karena sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah invasi ke Ukraina, pemasok energi Rusia InterRAO telah dilarang menjual listrik di Estonia, Latvia, dan Lithuania sejak Minggu.
Negara-negara Baltik telah berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada energi Rusia selama bertahun-tahun. Mereka meningkatkan produksi listrik mereka sendiri dan memperkuat jaringan tegangan tinggi dengan Skandinavia. Pada tahun 2021, Latvia dan Lithuania hanya mengimpor 300 MWh listrik dari Rusia, dibandingkan sebelumnya yang 1.300 MWh.
Pada awal April, negara-negara Baltik adalah negara Eropa pertama yang mengimpor gas dari Rusia tali Taruh. Presiden Lithuania Gitanas Nauseda juga mendorong negara-negara Eropa lainnya untuk berhenti mengimpor gas dari Rusia.
Menteri Iklim dan Energi Belanda Rob Getten mengumumkan pada akhir April bahwa Belanda ingin menyingkirkan gas dan minyak Rusia sebelum akhir tahun. “Kami tidak ingin lagi mengisi perbendaharaan Putin,” kata Cetin saat itu. Dia mengakui bahwa mengurangi ketergantungan pada Rusia dalam sembilan bulan akan menjadi tantangan besar.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark