The news is by your side.

Fadli Zon: Tangkap Provokator Pelemparan Ular di Asrama Papua

0

Oleh: Azhar AP  |

Balicitizen.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendesak aparat penegak hukum segera menangkap provokator pelemparan ular di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur. Kasus tersebut harus diusut tuntas agar isunya tidak melebar kemana-mana.

Aksi provokasi dengan cara melemparkan ular ke Asrama Mahasiswa Papua diyakini orang tertentu yang ingin kembali memperkeruh suasana khususnya di Papua dan Papua Barat.

“Kita berharap tidak adalagi provokasi seperti ini dan saya berharap aparat menegakkan hukum dengan cepat dan tepat,” kata Fadli di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9).

Menurut dia, para oknum yang selama ini menjadi dalang kericuhan di Papua juga sudah jelas. “Misalnya yang menistakan bendera merah putih kan oknumnya sudah jelas, kemudian yang melakukan ujaran kebencian dan rasis ini kan harusnya diusut tuntas,” kata Fadli.

Karena itu, kata Fadli, aparat keamanan harus bergerak cepat. Pasalnya, aksi provokasi di Jawa Timur itu diduga dilakukan oleh oknum-oknum yang berusaha mengail di air keruh.

“Provokasi ini kan niatnya bikin warga Papua marah dan jadi atensi internasional. Yang pada akhirnya kegaduhan- kegaduhan ini tidak akan selesai kalau tidak segera di usut. Intinya aparat harus tegas,” ujarnya.

Pascapengepungan dan aksi rasialisme pada Agustus lalu, kini Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya dilempari ular oleh orang tak dikenal, Senin (9/9), sekitar pukul 04.19 WIB.

“Pagi tadi saat masih gelap, ada empat orang berpakaian preman berhenti di depan asrama, mereka masukan ular, ada tiga ekor itu di dalam karung terbuka,” kata salah satu penghuni asrama, Yoab Orlando.

Yoab menuturkan, setidaknya ada tiga ekor ular yang dilempar ke dalam asrama. Pertama adalah seekor ular berjenis piton, di dalam karung beras ukuran 15 kilogram. Lalu ada tiga ular lainnya, berada di dalam karung kain.

“Kalau di dalam karung itu satu ekor, itu besar sekali, terus kalau tiganya itu di dalam kain, baru dilempar langsung ke dalam. Kainnya tidak diikat keras, langsung ularnya tercerai itu (terlepas),” kata dia.

Yoab tak tahu pasti apa jenis ketiga ular yang terlepas tersebut. Saat penghuni asrama mencoba menangkap ular tersebut, diduga pelaku pelemparan sempat memantau keadaan asrama tak jauh dari lokasi.

Yoab mengatakan, ini bukan kali pertama mahasiswa Papua mendapatkan teror. Sebelumnya ada pula aksi pelemparan cat oleh orang tak dikenal hingga merusak spanduk bertuliskan ‘Referendum is Solution’ yang mereka pasang. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.