BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Hukum hewan Hispanik meluas dari pemilik ke sirkus, tetapi tidak memperdulikan pemimpinnya

Melalui serangkaian undang-undang yang berjangkauan luas, pemerintah Spanyol ingin mengatasi penderitaan hewan. Jika Parlemen menyetujui, misalnya, penjualan hewan peliharaan di toko akan dilarang dan hewan liar akan dilenyapkan dari sirkus.

Hukuman penjara maksimum untuk membunuh hewan akan ditingkatkan dari satu menjadi dua tahun. Seorang pelanggar bisa menghadapi satu tahun penjara karena melakukan pelecehan seksual terhadap binatang. Penyalahgunaan harus dibuktikan oleh dokter hewan.

Organisasi kesejahteraan hewan menyambut baik RUU tersebut, tetapi pada saat yang sama mencatat bahwa berbagai bentuk penderitaan hewan tetap tidak terpengaruh. Adu banteng, perburuan dan penanganan ternak di peternakan dan kandang tidak secara khusus termasuk dalam tagihan. Menurut Partai Hijau, RUU itu komprehensif, tetapi tidak cukup jauh.

Undang-undang baru datang dari Podemos, mitra koalisi di pemerintahan Spanyol. Partai populis sayap kiri telah menempatkan kesejahteraan hewan di atas agendanya.

Tinggalkan hewan peliharaan

Warga yang ingin membeli kucing, anjing atau hewan peliharaan lainnya hanya bisa mendatangi breeder bersertifikat. Saat ini, hewan tersebut masih dijual di toko hewan peliharaan dan beberapa pasar. Saat pasangan berpisah, Hakim memutuskan Apakah ada hak asuh bersama atau apakah salah satu pemilik akan bertanggung jawab atas hewan tersebut. Nyawa hewan peliharaan hanya bisa diakhiri oleh dokter hewan, berupa euthanasia.

Juga, meninggalkan anjing tanpa pengawasan selama lebih dari 24 jam akan menjadi pelanggaran pidana. Tetapi menurut pengacara hak-hak binatang Nuria Mendes de Lano, hukuman penjara juga harus dikeluarkan karena meninggalkan anjing. “Masalah utama ini, yang mempengaruhi sekitar 300.000 hewan per tahun, harus ditanggapi dengan serius,” katanya kepada surat kabar itu. Surat kabar El Paiskan

READ  Setidaknya lima puluh orang tewas dalam pembantaian selama misa Pentakosta di gereja Nigeria di luar negeri