BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Indonesia membuka pusat perbelanjaan dan tempat hiburan ketika kasus virus corona meningkat

Indonesia membuka pusat perbelanjaan dan tempat hiburan ketika kasus virus corona meningkat

JAKARTA (BLOOMBERG) – Pemerintah Indonesia akan membuka pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat hiburan secara bertahap mulai bulan Juni dalam upaya untuk menghidupkan kembali perekonomian yang terpukul pandemi, bahkan ketika kasus virus corona terus meningkat.

Prioritas akan diberikan untuk melanjutkan aktivitas di zona hijau, yaitu wilayah dengan tingkat reproduksi virus corona kurang dari 1, menurut Kementerian Perdagangan. Saat ini terdapat 100 zona hijau yang tersebar di delapan provinsi, termasuk ibu kota negara, Jakarta. Menteri Perdagangan Agus Subarmanto dalam keterangannya, Jumat (29 Mei), mengatakan Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, dinilai salah satu lokasi paling siap.

Tingkat reproduksi 1 berarti 10 orang yang terinfeksi diperkirakan rata-rata menulari sekitar 10 orang lainnya. Virus corona telah merenggut 1.520 nyawa di Indonesia, tertinggi di Asia Tenggara. Kasus baru meningkat dua kali lipat pada bulan Mei, sehingga totalnya menjadi 25.216 pada hari Jumat.

Pihak berwenang di Indonesia telah mengambil langkah-langkah fiskal darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk menghapuskan batasan defisit anggaran yang diberlakukan setelah krisis keuangan Asia, untuk meredam dampak wabah ini. Pemerintah mengatakan pihaknya siap untuk meningkatkan defisit fiskal lebih lanjut untuk membantu meredam dampak buruk tersebut.

Subarmanto mengatakan dimulainya kembali aktivitas di banyak wilayah Jabar yang dekat dengan Jakarta penting dilakukan karena berkontribusi besar terhadap perekonomian. Jawa Barat, dengan banyaknya kawasan industri, tercatat sebagai penyumbang perekonomian terbesar ketiga pada kuartal pertama, menurut kantor statistik.

Pada tahap pertama yang rencananya akan dilaksanakan pada 1 Juni, hanya toko yang menjual alat atau produk kesehatan yang boleh beroperasi. Toko yang menjual barang lainnya dapat beroperasi pada tahap kedua yang dijadwalkan pada 8 Juni. Salon rambut, spa, museum, dan tempat hiburan lainnya akan menyusul pada 15 Juni, sedangkan restoran, bar, dan kafe akan menyusul pada 6 Juli. Pemerintah mengharapkan untuk melanjutkan semua kegiatan ekonomi pada awal Agustus.

READ  Film Indonesia di Selandia Baru