Inggris tidak akan lagi mengizinkan masuknya orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan Israel. Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron pada Kamis.
Cameron menyerukan Israel untuk berbuat lebih banyak terhadap “pemukim ekstremis.” Amerika Serikat mengumumkan larangan serupa awal bulan ini.
Amerika Serikat, di antara negara-negara lain, secara rutin meminta Israel untuk mengambil tindakan terhadap kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina. Kekerasan ini terjadi di Tepi Barat dan wilayah lain yang diduduki Israel sejak tahun 1967.
Kekerasan meningkat sejak serangan Hamas pada 7 Oktober. Tentara Israel juga sering melakukan operasi di wilayah tersebut.
Pemukim Yahudi tinggal di pemukiman yang ilegal menurut hukum internasional. Para pemukim sering kali memegang paspor asing. Misalnya, banyak orang Inggris dan Amerika yang menetap di koloni.
Menurut angka PBB, sebelum tanggal 7 Oktober, rata-rata terjadi tiga serangan pemukim terhadap warga Palestina setiap harinya. Hal ini kemudian meningkat menjadi rata-rata tujuh serangan per hari.
-
VS neemt stappen tegen extremistische kolonisten op Westelijke Jordaanoever

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.


Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark