BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Inilah faktor keberhasilan berbisnis di Indonesia

Inilah faktor keberhasilan berbisnis di Indonesia

Pengusaha Ernaut Bowman-See van Persplick menilai laporan terbatasnya peluang perusahaan masuk ke Indonesia tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. “Perusahaan-perusahaan Belanda khususnya tidak memiliki peluang di pasar kontrak. Mereka harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan dari negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat dan Jerman. Negara-negara ini mendukung bisnis mereka sendiri dengan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proyek-proyek tersebut melakukan ini atau melakukannya dalam skala besar.” Sangat terbatas, artinya perusahaan Belanda kurang menarik bagi pihak Indonesia.

Membangun kepercayaan diri

Ini sangat khas untuk pasar Indonesia, kata Bowman-See. Dia saat ini berada di Indonesia bersama Rutte. “Berbisnis di Indonesia butuh waktu lama. Setidaknya satu setengah hingga tiga tahun untuk itu. Di Indonesia, pertama-tama Anda harus membangun hubungan dengan seseorang, atau ikatan kepercayaan sebuah keluarga.

Perusahaan keluarga

Indonesia adalah negara yang berorientasi pada keluarga, sehingga banyak bisnis dijalankan oleh keluarga. “Bayangkan saja perusahaan Korea Selatan Samsung, yang dijalankan oleh satu keluarga,” jelas Bowman-See.

Ketika Anda bekerja dengan sebuah perusahaan, Anda menjadi bagian dari “keluarga” perusahaan tersebut. Akibatnya, dibutuhkan waktu yang sangat lama sebelum Anda mulai bekerja. Tapi begitu Anda sampai di sana, Anda benar-benar berhasil. Karena begitu Anda menjadi anggota keluarga, Anda tidak bisa keluar. Dan jika Anda melakukan kesalahan, Anda akan dimaafkan. Namun kesulitannya adalah bergabung dengan “keluarga”.

faktor keberhasilan

Bowman-See memiliki kontak bisnis di Indonesia selama kurang lebih empat tahun sebelum perjalanan ini, dan telah berkunjung beberapa kali untuk membangun hubungan. “Istri saya berasal dari Indonesia, jadi saya telah datang ke sini secara rutin setidaknya selama sepuluh tahun. Hal ini memungkinkan saya untuk membangun jaringan yang baik dengan relatif mudah. ​​Oleh karena itu, saya merekomendasikan perusahaan yang ingin bekerja di Indonesia untuk mempekerjakan seseorang dengan orang Indonesia latar belakang ini memudahkan untuk membangun kontak bisnis yang baik.” Mengenai hubungan keluarga yang sudah ada. Karena orang Indonesia bekerja atas dasar kepercayaan, maka adalah bijaksana untuk menjangkau calon mitra bisnis melalui keluarga dan teman yang Anda miliki di Indonesia.

READ  Beiersdorf: Menuju Kosmetik Sadar Iklim

Apakah Anda berencana berbisnis di Indonesia? Kemudian Bouwman-Sie punya beberapa tips:

  1. Tampilkan diri Anda sebagai mitra strategis. Tunjukkan bahwa Anda ingin aktif secara struktural di Indonesia dan bahwa Anda tidak sedang mencari satu tugas, proyek atau pekerjaan.
  2. Perjelas apa yang Anda inginkan, tetapi komunikasikan secara diplomatis. Meskipun pemerintah mengimbau agar masyarakat Indonesia diperlakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu blak-blakan. Hal ini tidak sepenuhnya benar menurut pengalaman saya. Jika Anda memberikan saran yang jelas dan konkrit, Anda akan menerima jawaban yang jelas dan konkrit.
  3. Pastikan Anda selalu memiliki power bank untuk ponsel Anda. Di Indonesia, janji temu sering kali dibatalkan atau orang datang sangat terlambat. Untuk mengoordinasikan agenda yang terus berubah ini, orang-orang terus-menerus mengirimkan pesan WhatsApp satu sama lain. Namun perencanaan yang fleksibel juga mempunyai kelemahan. Bowman-C: “Saya ada janji jam 10 pagi, dan orang ini masuk jam 4 tanpa meminta maaf. Di Indonesia ada ungkapan untuk kebiasaan ini. Orang bilang 'kart jam', artinya waktu dibuat karet.