Foto: ANP
Saham Asia jatuh dengan suara bulat pada hari Jumat. Kenaikan suku bunga di seluruh dunia terus membebani sentimen pasar saham. Awal pekan ini, Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar 0,75 poin persentase. Suku bunga juga naik di Inggris, Swiss dan Norwegia, dan di Asia hal yang sama terjadi di Filipina, Indonesia dan Taiwan, yang sebagian menentukan sentimen pasar.
Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,9 persen, dan indeks di China daratan juga melemah. Pasar saham di Shanghai kehilangan 1,1 persen dan di Shenzhen minus 1,8 persen.
Di Australia, investor kembali dari hari libur. Di sana, The All Ordinaries turun 2,3 persen. Aktivitas sektor swasta di Australia sedikit meningkat, menurut peneliti pasar S&P Global. Hal ini terutama disebabkan oleh industri. Kospi di Seoul turun 1,6 persen pada akhir hari perdagangan.
Di Jepang, investor mendapat hari libur. Pelemahan yen tetap menjadi perhatian negara, meskipun intervensi valuta asing pertama Tokyo sejak 1998 untuk menopang mata uang. Langkah tersebut gagal mengatasi akar penyebab pelemahan mata uang, yaitu melebarnya kesenjangan antara kebijakan moneter longgar di Jepang dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi di negara lain. Hal ini membuat yen melemah.

Zahra Amelia adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu terkini yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Zahra menghadirkan laporan serta cerita yang relevan, menarik, dan bermanfaat bagi pembaca Balicitizen.com.


Berita Lainnya
Visi Asia 2021 – Masa Depan dan Negara Berkembang
Ketenangan yang aneh menyelimuti penangkapan mantan penduduk Delft di Indonesia – seorang jurnalis kriminal
Avans+ ingin memulihkan jutaan dolar akibat kegagalan pelatihan dengan pelajar Indonesia