BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Lihat di mana masalah air muncul di peta air dunia

Lihat di mana masalah air muncul di peta air dunia

India harus menyerap lebih banyak air tanah daripada negara lain mana pun di dunia. Di Mexico City, sekitar 30 persen penduduk tidak memiliki pasokan air yang dapat diandalkan. Industri Jepang bergantung langsung pada hujan salju untuk pasokan air mereka. Meskipun fakta-fakta ini mungkin tampak tidak berhubungan pada pandangan pertama, semuanya berasal Peta air duniaProyek bersama National Geographic Society, perusahaan perangkat lunak Esri, dan Universitas Utrecht.

Masalah air global

Segala macam fakta tentang konsumsi air global — konsumsi per sektor, kelangkaan yang dihadapi komunitas tertentu, dan solusi potensial yang sedang dikerjakan oleh National Geographic Explorers — disusun dalam satu peta yang jelas. Itulah cara terbaik untuk menggambarkan Peta Air Dunia yang diluncurkan hari ini.

Peta interaktif dibuat oleh pakar air Marc Bierkens dan Niko Wanders dari Universitas Utrecht, dan dikembangkan dengan teknologi canggih dari pembuat peta Esri. Hasilnya bukan hanya kumpulan hasil penelitian yang divisualisasikan secara ketat, tetapi juga senjata dalam melawan masalah global.

Kelimpahan dan kelangkaan

Umat ​​manusia sedang menghadapi krisis air yang masif; Di satu tempat terdapat kelimpahan air, sementara daerah lain bergumul dengan kelangkaan air yang parah. UN-Water, Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Air dan Sanitasi Agensi melukiskan gambaran masa depan yang suram. Pada tahun 2025, setengah dari populasi dunia akan tinggal di daerah yang kekurangan air. Ini terutama berlaku untuk komunitas yang paling rentan.

“Kita semua harus berkomitmen untuk memahami dan mengatasi krisis air,” kata Bierkens. “Peta ini adalah langkah pertama dalam menciptakan kesadaran tentang masalah ini. Ini akan membantu kami memulai percakapan tentang solusi.”

Lembah air dalam gambar

Peta Air Dunia menunjukkan di mana ada kesenjangan antara pasokan dan permintaan air. Berdasarkan apa yang disebut kesenjangan air, 22 titik api telah disorot – antara lain di Amerika Serikat, Mesir, Indonesia, dan Pakistan – di mana kelangkaan air bersih menyebabkan krisis. Perubahan iklim dan perkembangan ekonomi, faktor yang meningkatkan permintaan air, dapat memperburuk krisis ini.

READ  Langkah Kecil untuk Membuka Kembali Perjalanan Indonesia, Berita Asia Tenggara & Cerita Teratas

Pengguna peta dapat memperbesar ke area tangkapan lokal mereka sendiri atau di mana saja di dunia. Peta tersebut kemudian menggambarkan ketersediaan air tawar di lokasi tersebut, tetapi juga menunjukkan isu keberlanjutan apa yang ada di lokasi tersebut.

Sumber daya air tidak tergantikan

“Sumber daya air tawar global kami tak tergantikan,” kata Alex Tait dari National Geographic Society, yang mensponsori proyek tersebut.’